Kriminalitas Tanahlaut

Karyawan Alfamart Tanahlaut Dithan di Polres Tanahlaut, Diduga Gelapkan Uang Hingga 500 Juta

Ada sekitar 27 gerai yang ia buat laporan perbaikan fiktif dengan masing-masing biaya perbaikan mulai dari Rp 16 sampai 31 juta per gerai.

Karyawan Alfamart Tanahlaut Dithan di Polres Tanahlaut, Diduga Gelapkan Uang Hingga 500 Juta
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Kapolres Tanahlaut saat jumpa pers di Polres Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Muhammad Abduh (24) karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Wilayah Tanahlaut harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran diduga melakukan penggelapan hingga Rp 500 juta lebih lewat laporan fiktif pada perusahaan tempat ia bekerja.

Abduh yang bekerja di Alfamart sejak 2017 lalu ini harus mendekam di jeruji besi di Polres Tanah laut akibat ulahnya. Berawal dari coba-coba Abduh yang merupakan warga Martapura Lama RT. 02 Desa Teluk Selong mencoba menggelapkan uang dengan cara laporan fiktif perbaikan gerai di Tanahlaut.

Ada sekitar 27 gerai yang ia buat laporan perbaikan fiktif dengan masing-masing biaya perbaikan mulai dari Rp 16 sampai 31 juta per gerai.

Oknum karyawan dengan jabatan admin ini sebelumnya ditempatkan di Alfamart Nusa Indah. Namun tingkahnya akhirnya ketahuan setelah dilakukan audit oleh Alfamart. Semua laporan perbaikan yang dilakukan olehnya ternyata fiktif semua.

Baca: Polisi Sebut Video Porno Vanessa Angel Berdurasi Panjang dan Satu Menit, Sudah Menyebar di Medsos

Baca: Jadikan Vanessa Angel Tersangka, Polisi Selidiki Peran Avriellia Shaqqila di Kasus Prostitusi Online

Baca: Permohonan Maaf Aris Idol kepada Istri Usai Ditangkap Polisi karena Narkoba, Rosilia Sebut Jebakan

Ditanya terkait hasil laporan fiktifnya, sebut Abduh kepada Banjarmasinpost.co.id dengan tangan diborgol uang hasil laporan fiktif ia gunakan untuk berfoya-foya misalnya jalan-jalan dan membeli barang-barang yang ia inginkan misalnya sepeda motor, handphone dan lainnya.

Oknum pegawai Alfamart ini sendiri ditangkap Rabu (26/12/2018) pukul 17.00 Wita lalu, di depan kantor PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Jalan Raya Nusa Indah RT.  05/02 berserta barang bukti.

Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Darmawan dalam pers relaeasu Rabu (16/01/2018) di Halaman Polres Tala menjelaskan peristiwa itu bermula pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 16.00 wita di Kantor PT. Sumber Alfaria Trijaya Jalan Ahmad Yani Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati , diduga melakukan tindak pidana penggelapan.

Pelaku merupakan karyawan Alfamart bagian Finance, membuat pembayaran fiktif dari rekening toko Alfamart dengan dalih untuk pembayaran keperluan toko dimana pelaku melakukan transfer dari rekening toko-toko alfamart ke rekening tampungan di head office kemudian pelaku secara diam-diam menyalagunakan token aprover Bank BCA.

Baca: Aris Idol Ditangkap Pesta Narkoba Bersama Dua Perempuan, Lakukan Perbuatan Haram Ini Bergantian

Baca: Selain Aris Idol, Mantan Pacar Syahrini Dibekuk Polisi karena Edarkan Sabu, Barbuk Seberat 2,36 Kg

Baca: Petugas Damkar Kabupaten Banjar Hanya Perlu 10 Menit Evakuasi Ular Piton Sepanjang 4 Meter

Pelaku diketahui menggunakan token Maker Bank BCA untuk membuat pembayaran klik BCA.

Kemudian, pelaku melakukan penggelapan uang dari PT. Sumber Alfaria Trijaya TBk dari tanggal 26 Juli 2017 sampai dengan 26 Oktober 2018 sebesar Rp. 519.956.937.

"Atas kejadian tersebut korban penerimaan kuasa  dari PT.  Sumber Alfaria Trijaya, TBk melaporkan ke Polres Tanahlaut dan kita tindak lanjuti,"  jelas AKBP Sentot.

Muhammad Abduh pun dijerat denga pasal 374 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved