Berita Batola

Pemkab Batola Tegaskan Tak Pernah Pungut Retribusi Ratusan PKL di Alalak Handil Bakti

Pemkab Batola menegaskan tak pernah melakukan pungutan retribusi sepeserpun dari keberadaan ratusan PKL buah dan lapak non permanen di jalur hijau

Pemkab Batola Tegaskan Tak Pernah Pungut Retribusi Ratusan PKL di Alalak Handil Bakti
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Anggota Satpol PP Batola menertibkan Pedagang kaki lima (PKL) buah di jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, kabupaten setempat, Rabu (19/9/18) sekitar pukul 11:00 Wita lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pemkab Batola menegaskan tak pernah melakukan pungutan retribusi sepeserpun dari keberadaan ratusan PKL buah dan lapak non permanen di jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kecamatan Alalak.

“Kita tegaskan tak pernah ada pungutan dari ratusan PKL buah dan lapak non permanen di jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kecamatan Alalak. Kalau kita pungut, nanti kita salah. Kan itu jalur hijau, jalan negara, berarti kalau dipungut itu melegalkan,” tegas Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Batola, Ardianyah, Rabu (16/1/19) di sela-sela rapat evaluasi penerimaan pajak daerah bersama 17 camat, Rabu (16/1/19) siang.

DPRD Kabupaten Batola sebelumnya pernah mencium aroma tak sedap keberadaan ratusan Pedagang kaki lima (PKL) Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak kabupatan setempat. Dari hasil dialog dengan dengan sejumlah PKL, ternyata sebagian lahan jalur hijau di Jalan Alakak disewakan.

Baca: Aris Idol Ditangkap Pesta Narkoba Bersama Dua Perempuan, Lakukan Perbuatan Haram Ini Bergantian

Baca: Selain Aris Idol, Mantan Pacar Syahrini Dibekuk Polisi karena Edarkan Sabu, Barbuk Seberat 2,36 Kg

Baca: Aris Idol Ditangkap Saat Pesta Narkoba, Istri Bilang Berubah karena Gemerlap Dunia Hiburan

“Iya kita terkejut. Saya sengaja berdialog dengan sejumah PKL. Penuturan PKL, sebagian lahan jalur hijau disewakan. Ini ngga benar. Saya kerja siapa yang menyewakan, PKL hanya menjawab ada yang menyewakan,” kata salah satu anggota DPRD Kabupaten Batola, Alimansyah.

Sebagaian PKL, sambung Alimansyah, bahkan ada yang menebus dengan sejumlah uang untuk bisa menempati lahan di jalur hijau.

Sayangnya, PKL itu tak mau menyebutkan siapa yang menyewakan jalur hijau dan berapa nilainya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved