Berita Kotabaru

Polemik Bagang Masuk Jalur Pelayaran, Puluhan Nelayan di Kotabaru Gelisah

Polemik Bagang Masuk Jalur Pelayaran, Puluhan Nelayan di Kotabaru Gelisah

Polemik Bagang Masuk Jalur Pelayaran, Puluhan Nelayan di Kotabaru Gelisah
istimewa
Plt Camat Pulaulaut Utara Juhaini Sukri 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Puluhan orang kepala keluarga (KK), warga Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru kini diselimuti perasaan risau. Kegelisahan mereka mayoritas nelayan, terancam kehilangan sarana alat tangkap ikan jenis bagang selama ini digunakan.

Penyebab kegalauan puluhan orang nelayan yang bergantung hidup dari alat tangkap tersebut, dituding salah karena masuk di alur pelayaran kapal.

Ironis, terancam bakal dirobohkan belasan buah bagan satu-satunya sumber penghasilan warga. Sementara tidak ada solusi kompensasi bagi mereka pemilik bagang terkait tudingan tersebut.

Paling ironis, sebelum adanya pernyataan yang menyatakan kalau belasan buah bagang masuk dalam alur pelayaran. Sebelumnya tidak ada pembinaan ataupun sosialisasi dari pihak-pihak terkait alur pelayaran.

"Kalau tidak disosialisasikan mana mereka (nelayan) tahu kalau masuk alur pelayaran," kata Plt Camat Pulaulaut Utara Juhaini Suksi kepada banjarmasinpost.co.id, kemarin.

Baca: Rincian Tarif Vanessa Angel & Aliran Dana Rp 80 Juta Terungkap, Polisi Justru Pegang Fakta Ini

Baca: Cek Link Pengumuman Hasil Akhir CPNS 2018 Kemenag & Jadwal Pemberkasan Via Kemenag.go.id

Baca: Heboh Ikan Kerapu Raksasa Berbobot 100 Kg Ditangkap Nelayan Muara Asam-asam, Ini Faktanya

Baca: Banyu Ulak Sungai Rutas Diyakini Peziarah Sebagai Penawar dan Obat

Disampaikan Juhaini, usai menghadiri pertemuan sosialisasi permasalahan bagang nelayan di Sarang Tiung yang kena alur.

"Tidak ada solusi. PT Arutmin tidak mau memberi kompensasi," tambah Juhaini kepada banjarmasinpost.co.id.

Juhaini mengakui, terkait belasan buah bagang masuk di alur pelayaran sebelumnya tidak disosialisasikan oleh pihak-pihak terkait kepada nelayan.

"Mereka (nelayan) mana tahu kalau masuk alur. Sampai mana-mana batas," ucap Juhaini.

Sementara selain bagang menjadi sumber penghasilan nelayan, masih menurut Juhaini, mereka tidak mungkin membongkar dan membangun kembali bagang baru.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved