Berita Hulu Sungai Tengah

Saat Azan Berkumandang, Aktivitas Pelayanan Diistirahatkan di RSHD Barabai Kecuali Emengency

Kebijakkan agar pegawai , tenaga medis dan para medis mengistirahatkan pelayanan sementara, saat azan seruan salat wajib berkumandang, dilaksanakan

Saat Azan Berkumandang, Aktivitas Pelayanan Diistirahatkan di RSHD Barabai Kecuali Emengency
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Suasana di ruang poliklinik rumah sakit H Damanhuri Barabai beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kebijakkan agar pegawai , tenaga medis dan para medis mengistirahatkan pelayanan sementara, saat azan seruan salat wajib berkumandang, dilaksanakan pihak manajemen rumah sakit H Damanhuri (RSHD) Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST).

Terhitung sejak 2 Januari 2019 atau 26 Rabiul Awal 1440 hijriah lalu, Direktur rumah sakit tersebut mengeluarkan surat edaran, Nomor 800/08/Umpeg/2018.

Tujuannya, memberikan kesempatan kepada semua karyawan beragama Islam, agar bergegas menunaikan kewajiban tersebut, untuk salat wajib berjamaah di musala lingkungan rumah sakit, yaitu Musala Al Bashor. Direktur RSHD dr M Asnal SpB, kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (16/1/2018) mengatakan, menghentian sementara aktivtas pelayanan untuk melaksanakan salat tersebut tidak berlaku untuk kondisi emergency atau darurat.

Baca: Debit Sungai Tapin Normal, Radimin Ajak Siswanya Gotong Royong Bersihkan Ruang UKS

Baca: Satlantas Polresta Banjarmasin Akan Gelar Program Millennial Road Safety Festival, Ini Acaranya

Baca: Dinkes Balangan Terima Kunjungan DPRD Tabalong, Bahas Program Universal Health Coverage

“Alhamdulillah imbauan kami tersebut sudah efektif dilaksanakan para karyawan muslim,”kata Asnal. Dijelaskan, dengan memberi kesempatan mengistirahatkan pelayanan yang tak bersifat mendesak tersebut, diharapkan seluruh karyawan bisa melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim tepat waktu, serta berjamaah.

Imbauan dengan menghentikan atau menunda seluruh aktivitas saat masuk waktu shalat, khususnya pada waktu dzuhur. Selain itu, semua bentuk surat kedinasan yang sifatnya internal diwajibkan agar memuat tanggal, bulan dan tahun hijriah. Ba’da shalat dzuhur, di Musala Al-Bashor lingkungan rumah sakit, juga dilakukan pengajian setiap hari.

Sementara itu, kebijakan pihak rumah sakit tersebut mendapattanggapan positif dari warga Barabai, HST. Norliani, warga Munti Raya mengatakan, imbauan direktur tersebut sesuai dengan kehidupan masyarakat HST yang religius. Selain itu kata Norliani, perintah salat memang kewajiban semua muslim, yang utama dan dilaksanakan tepat waktu.

Dengan salat tepat waktu, melahirkan pribadi yang disiplin dan mencintai ketertiban atau keteraturan. “Menurut saya, efeknya kepada pegawai juga bakal positif karena salat menciptakan aura ketenangan hati. JIka hati tenang dan nyaman, pelayanan yang diberikan kepada pasien juga lebih tulus,”kata Norliani yang juga ustazah di SDIT Al Khair Barabai. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved