Berita Tapin

Satreskrim Polres Tapin Datangi Jembatan Atalaut, Pelajar Nekat Pakai Jembatan Bambu

Personel Satuan Reskrim Polres Tapin turun langsung mengecek keberadaan jembatan dan melihat kondisi runtuhnya siring Sungai Atalaut, Rabu (16/1/2019)

Satreskrim Polres Tapin Datangi Jembatan Atalaut, Pelajar Nekat Pakai Jembatan Bambu
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Personel Satreskrim Polres Tapin berpakaian kaus merah hitam meninjau lokasi runtuhnya siring sungai Atalaut dibawah jembatan Atalaut, Desa Bungur, Kecamatam Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (15/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Runtuhnya siring di bawah pembangunan jembatan baru Atalaut di Desa Bungur, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada 15 Januari 2019 lalu, ditinjau aparat penegak hukum.

Itu karena Personel Satuan Reskrim Polres Tapin turun langsung mengecek keberadaan jembatan dan melihat kondisi runtuhnya siring Sungai Atalaut, Rabu (16/1/2019).

Sebelumnya, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapin dan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Tapin juga meninjau lokasi siring sungai Atalaut yang runtuh tersebut.

Baca: Hasil Malaysia Masters 2019 : Menang Dramatis Lawan Ganda Jepang, Ketut/Rizki ke Perempat Final

Baca: Tangisan Anang Hermansyah Dengar Curhat Aurel Hermansyah, Ashanty Dibuat Terharu

Baca: Jadi Tersangka Vanessa Angel Tak Berkutik Lagi, Polisi Sita Foto dan Video Panas Sang Artis

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id dari Kepala Desa Shabah, Mujito, hampir tujuh bulan, warganya, khususnya para pelajar yang sekolah di Rantau menggunakan jembatan darurat.

Jembatan darurat itu dibuat dari batang bambu melintasi perkebunan karet milik warga masyarakat. Itu agar memudahkan kalangan pelajar asal Desa Shabah lebih cepat dan singkat tiba ke sekolah mereka.

"Kami bersyukur jembatan Atalaut itu rampung akhir tahun 2018 lalu. Awalnya jembatan itu rusak parah tak bisa dilintasi kendaraan roda dua. Roda empat terpaksa memutar melalui desa tetangga," katanya.

Menurut Mujito sebagian warga desanya sempat khawatir saat banjir meruntuhkan siring di bawah jembatan baru Atalaut. Cuma dirinya yakin tidak berpengaruh bagi jembatan karena tiang pancang jembatan sangat dalam.

"Saya berharap runtuhnya siring sungai Atalaut itu agar diperbaiki agar tidak menimbulkan dampak luas bagi jembatan," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved