Berita Hulu Sungai Tengah

Akibat Dipindah, 3 Bulan Jualan Rosliana Anjlok, Pedagang Lain Pilih Berjualan di Luar Pasar

Pasar Agrobisnis Modern Barabai, baru diresmikan pada 24 Desember lalu. Namun, tak semua pedagang mengisi los yang ada di pasar tersebut.

Akibat Dipindah, 3 Bulan Jualan Rosliana Anjlok, Pedagang Lain Pilih Berjualan di Luar Pasar
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Suasana Pasar Agrobisnis Modern Barabai, Kamis (17/01/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pasar Agrobisnis Modern Barabai, baru diresmikan pada 24 Desember lalu. Namun, tak semua pedagang mengisi los yang ada di pasar tersebut.

Dari pantaun Banjarmasinpost.co.id, pedagang justru banyak yang keluar dari Pasar Agrobisnis Modern Barabai. Sebagian pedagang justru memilih berjualan di badan jalan. Hanya sebagian yang bertahan berjualan di dalam Pasar Agrobisnis Modern Barabai.

Meski baru diresmikan pada Desember 2018 lalu, sebenarnya pedagang ini sudah mengisi lapak sejak akhir Oktober 2018 lalu.

Pedagang sempat kucing-kucingan dan razia oleh Satopol PP Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat itu. Kali ini, pengawasan longar, pedagang sudah mulai berjualan di badan jalan.

Baca: Begini Cara Vanessa Angel Cari Mangsa, Kirim Foto & Video Hot Lalu Mucikari Carikan Pria Nakal

Baca: Kecelakaan Meningkat, Satlantas Bakal Gelar Milennial Road Safety Festival

Baca: 92 Personil Tandatangani Komitmen Integritas, Satuan Reserse Polres Banjarbaru Diharapkan Begini

Pedangan buah di Pasar Agrobisnis Modern Barabai, Rosliana, mengakui jika pedangang di sana ada yang berjualan di luar. Apalagi, saat ini sudah tidak ada lagi pengawasan dari Satpol PP.

"Tidak ada lagi Satpol PP jadi mereka berani. Sekarang sudah aman," katanya.

Jika pedagang lain berani memindah jualan ke luar pasar, Rosliana justru memilih bertahan di dalam Pasar Agrobisnis Barabai.

Sebenarnya bukan karena ia ingin menetap di sana. Namun, ia tak kuat memindah jualannya.

"Saya tak kuat mengangkat jadi seadanya saja jualan di sini seperti ini," bebernya.

Selain itu, sebenarnya Rosliana mendapat lapak di bagian tengah pasar. Namun, ia memilih berjualan di bagian depan. Lapak ini jauh dari lokasinya berjualan. Ia menjelaskan, jika ia bertahan di lapaknya di bagian tengah pembeli tak melihat dagangannya.

Apalagi, sebelumnya ia mampu menjual 2 ribu biji pisang. Kini tak sampai setengahnya. Berjualan di Pasar Agrobisnis Modern Barabai membuat ia kehilangan setengah dari omsetnya. Untuk menghabiskan seribu pisang, ia memerlukan waktu dua hari.

"Jauh berkurang. Tapi dari pada tidak ada penghasilan jadi ini yang saya kerjakan," beber perempuan yang sudah 20 tahun berjualan buah di Pasar Barabai ini.

Berbeda dengan Rosliana, pedagang ikan di Pasar Agrobisnis Modern Barabai, justru tak mengalami penuruan omset. Seperti halnya, Kastalani. Ia hanya menangani pembelian ikan dengan sistem pesan.

"Saya jual ikan dengan sistem partai. Jadi tak ada penurunan, rata-rata 60 kilogram ikan mas dan nila habis. Setiap malam saya list siapa pemesan ikan. Buka pukul 05.30 Wita, paling lama saya hanya berjualan tiga jam. Ini juga sudah selesai," bebernya.
(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved