Berita Hulu Sungai Tengah

Buah Pampakin Banjiri Pasar Barabai, Pedagang Musiman Pilih Berjualan di Pinggir Jalan

Buah Pampakin Banjiri Pasar Barabai, Pedagang Musiman Pilih Berjualan di Pinggir Jalan

Buah Pampakin Banjiri Pasar Barabai, Pedagang Musiman Pilih Berjualan di Pinggir Jalan
banjarmasin post group/ hanani
Buah Pampakin yang sedang membanjiri Pasar Hanyar Barabai, HUlu Sungai Tengah, Kamis (17/1/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pasar Hanyar Barabai kini banjir muah lokal musiman. Khususnya buah pampakin (varian buah durian berwarna oranye) dengan mudah ditemukan di pinggir-pinggir jalan, menuju Pasar Hanyar dan Pasar Agrobisnis Modern.

Meski ada larangan berjualan di pinggir jalan dan semua pedagang buah harus bertransaksi di Pasar Agrobisnis, para pedagang buah lokal mengaku tak punya petak di pasar tersebut.

“Kami ini kan hanya pedagang musiman. Rata-rata membawa hasil kebun dari desa-desa ke barabai untuk dipasarkan langsung. Kalau dijual di Pasar Agrobisnis kami tak punya tempat,”kata Yandi, pedagang buah pampakin dari Desa Timan, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah, kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (17/1/2019).

Buah pampakin, yang membanjiri pasar Barabai tersebut kebanyakan berasal dari desa-desa di Kecamatan Hantakan dan Kecamatan Batangalai Timur.

Baca: Link Live Streaming Debat Capres Cawapres Pilpres 2019 di TVRI, Kompas TV dan RTV Jam 20.00 WIB

Baca: Ariel NOAH Menangis Ingat Luna Maya? Kata Menohok Ariel Usai Disebut Balikan dengan Eks Reino Barack

Baca: Jawaban Gisella Anastasia pada Gempita Soal Perceraiannya Gading Marten Jika Sudah Terjadi

Baca: Daftar Promo Mobil Awal Tahun di Banjarmasin, Mulai Ertiga, CRV, Hingga Honda BRV

Antara lain Desa Timan, Patikalain, Tandilang, serta desa-desa lainnya di Kecamatan tersebut. Meskipun buah pampakin tersebut kini terbilang berlimpah, namun harganya masih terbilang mahal.

Per bijinya, tergantung ukuran dan kualitas buah,  yaitu antara Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu per buah. Sedangkan untuk pampakin jenis mantuala, yang daging buahnya kemerahan, Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu.

“Saat ini baru sebagian yang panen pampakin dan mantuala. Nanti puncak musimnya, mungkin harganya bisa lebih murah,”tutur Yandi.

Selain banjir buah pampakin, buah durian yang terlebih dahulu booming, sampai kini juga masih membanjiri pasar, dengan harga berkisar Rp 10 sampai Rp 15 ribu per buah ukuran sedang.

Musim durian tahun ini lebih panjang, karena sejak Desember sampai sekarang pasokan dari Kecamatan Hantakan,dan Batangalai Timur masihberlimpah, selain pasokan dari kabupaten lain, seperti Balangan.

Baca: Calon Lawan Marcus/Kevin di Perempat Final Malaysia Masters 2019, Ganda Putra Jepang

Buah lokal lainnya yang sedang musim adalah rambutan, manggis, ramania, kapul, serta buah langsat.Namun buah langsat tergolong masih mahal, yaitu Rp 15 sampai Rp 17 ribu per kilogram.

Kabupaten HST merupakan salah satu daerah penghasil buah lokal musiman. Petani di HST sebagian memasarkan langsung ke wilayah Kaltim, dengan mobil angkutan pikap.

Suhadi Anang, Kades Haruyan Dayak, Kecamatan Hantakan yang juga pengumpul buah musiman, mengaku tiga kali dalam seminggu mengangkut buah durian dan pampakin serta buah manggis ke Samarinda, Kaltim.

“Di sana sudah ada calon pembeli yang menunggu pasokan buah dari kami,”kata Suhadi Anang. (banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved