Pilpres 2019

Debat Capres Pilpres 2019, Enam Panelis Uji Dua Pasangan, Ini yang Dilakukan Jokowi dan Prabowo

Tiga isu besar bidang hukum akan menjadi fokus dalam debat perdana, yaitu hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, dan terorisme.

Debat Capres Pilpres 2019, Enam Panelis Uji Dua Pasangan, Ini yang Dilakukan Jokowi dan Prabowo
screenshot/Banjarmain Post
Banjarmasin Post Edisi, Kamis (17/1/2019) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Enam panelis terlibat pada debat pertama calon presiden dan calon wakil presiden Pilpres 2019, yakni pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, digelar hari ini, Kamis (17/1/2019).

Tiga isu besar bidang hukum akan menjadi fokus dalam debat perdana, yaitu hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, dan terorisme.

Keenam panelis yang terpilih dipilih untuk terlibat dalam debat ini, yaitu mantan Ketua Mahkamah Agung (MA), Bagir Manan; Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik; Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana; Ahli Tata Negara Margarito Kamis, dan Bivitri Susanti.

Untuk menghadapi debat tersebut, kedua pasangan calon pun mempersiapkan diri. Seperti yang terpantau Rabu (16/1/2019) malam, Jokowi hadir di Ball Room Djakarta Theater. Koordinator Debat TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menjelaskan menu latihan Jokowi di Djakarta Theater, mengenai penyamaan persepsi agar saat debat nanti terlihat kekompakan antara Jokowi dan Ma'ruf Amin.

"Perlu diskusi dengan Kiai Ma'ruf tentang penyamaan persepsi di antara keduanya biar kekompakan dan komunikasi terjadi," ujar Karding.

Baca: Debat Capres Pilpres 2019, Prabowo-Sandi Gelar Simulasi, Jokowi-Maruf Latih Kekompakan

Baca: Debat Capres Pilpres 2019, Ekspresi Dukungan, Yel-yel, Sorak Sorai, Tepuk Tangan Hanya Saat Off Air

Baca: Link Live Streaming Debat Pilpres 2019, Berikut Peraturan Debat, Jadwal Hingga Keinginan Mahfud MD

Selain berlatih soal kekompakan lanjut Karding Jokowi juga belajar bagaimana menyampaikan pernyataan saat debat dengan dibatasi waktu sekitar 2 sampai 3 menit. Yang ketiga adalah Jokowi dan Ma'ruf Amin ingin memastikan tata letak jarak dan posisi duduk audiens.

Sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga mempersiapkan diri menghadapi debat perdana. Pasangan yang diusung partai Gerindra Demokrat, PAN, dan PKS itu mempersiapkan materi debat di kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Pak Prabowo dan bang Sandi persiapkan diri di Hambalang, persiapan di sana," ujar Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Andre mengatakan Prabowo-Sandi mempersiapkan debat bersama sejumlah tim. Diantaranya Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said, dan tim delapan yang dikomandoi Priyo Budi Santoso.

Usai persiapan debat di Hambalang, pada Kamis esok, Prabowo-Sandi akan menuju kediamannya di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari sana, keduanya akan menuju Hotel Bidakara tempat ebat berlangsung, secara bersama sama. Andre mengatakan Prabowo-Sandi siap dalam menghadapi debat tersebut. Sejumlah masalah akan dikupas dengan landasan visi-misi Prabowo-Sandi.

Baca: Polda Jatim Sebut Vanessa Angel Sebarkan Foto dan Video Panas Pada Mucikari Kasus Prostitusi Online

Baca: Ivan Gunawan dan Wendy Cagur Bongkar Foto Jadul Ayu Ting Ting Hingga Buat Ayu Geram: Ngaku Bule

Baca: Live Streaming Malaysia Masters 2019 Kamis (17/1) : Marcus/Kevin Jonatan Christie dan Ginting Main

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menyatakan pihaknya akan melakukan simulasi sebagai persiapan debat. “Ya saya kira simulasi memang penting,” ujar Sandiaga ketika ditemui di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Namun Sandiaga menegaskan bahwa simulasi yang dilakukan bukan bertujuan untuk menyiapkan serangan-serangan kepada pasangan capres dan cawapres lawan. Ia mengatakan dirinya dan Prabowo tetap akan menyampaikan gagasan secara sopan santun tanpa menyerang. “Saya kira simulasi dilakukan bukan untuk mempersiapkan serangan-serangan karena itu bukan budaya Indonesia, tapi secara sopan santun menyatakan gagasan melalui debat,” tegas Sandiaga.

Sandiaga berharap dengan debat yang akan berlangsung Kamis (17/1) malam bisa meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihannya.

“Kita boleh beda tapi sepakat bahwa kontestasi dan debat harus untuk masyarakat luas, terutama untuk masyarakat yang belum menentukan pilihannya agar mereka bisa melihat perbedaan dalam pendekatan yang dilakukan Prabowo-Sandi,” pungkasnya.(Tribun Network/fel/wly)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved