Berita Nasional

Duta Besar Arab Saudi Baru, Syaifullah Tamliha Ingin Sosok Ini Lebih Bijak Bermedsos

Duta Besar Arab Saudi Baru, Syaifullah Tamliha Ingin Sosok Ini Lebih Bijak Bermedsos

Duta Besar Arab Saudi Baru, Syaifullah Tamliha Ingin Sosok Ini Lebih Bijak Bermedsos
tribunnews.con/dany permana
Syaifullah Tamliha (tengah) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sosok Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang resmi ditunjuk adalah Esam A Abid Althagafi.  Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha menyambut baik penunjukan Duta Besar Arab Saudi itu

Syaifullah Tamliha pun berharap Duta Besar Arab Saudi yang baru ini bijak dalam menjaga hubungan dengan Indonesia, baik dengan pemerintah maupun dengan masyarakat Indonesia. Di antaranya dengan bijak menggunakan media sosial agar tidak menyinggung kelompok tertentu.

"Kita berharap Dubes Arab Saudi yang baru agar bijak dalam unggah pendapatnya di media sosial," kata Syaifullah Tamlia dalam keterangan tertulis, Jumat (18/1/2019).

Syaifullah Tamliha yang juga Ketua Bidang Luar Negeri DPP PPP ini menyebut Esam tidak ada catatan khusus yang bisa merugikan kepentingan ekonomi dan politik bagi bangsa dan negara Indonesia.

Baca: Kubu Prabowo Subianto Nilai Debat Perdana Pilpres 2019 Jokowi & Prabowo Bak Sayur Kurang Garam

Baca: Jelang Piala AFF U-22 2019: Indra Sjafri Bakal Kembalikan Pemain ke Klub, Pastikan Skuat Timnas U-22

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 23 Live RCTI & MNCTV - Arsenal vs Chelsea, MU vs Brighton

Baca: Ustadz Abdul Somad Ungkap Taman Surga yang Ada di Dunia Saat Berjumpa Sosok Ini di Mekkah

"Kami berharap Duta Besar Arab Saudi yang baru ini bisa mempererat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dengan Arab Saudi," katanya.

Kerja sama yang diharapkan bisa berjalan baik antara Indonesia dan Arab Saudi adalah terkait haji dan umroh. Syaifullah meminta Arab Saudi meninjau kembali keberadaan Visa Facilitation Services (VFS) Tasheel untuk perekaman biometrik yang selama ini membuat masyarakat resah.

Saat ini kantor VFS Tasheel tidak berada di seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia. VFS Tasheel ini menurutnya juga merugikan karena Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Sebagai negara maritim, hal ini menyulitkan warga negara Indonesia dari berbagai pulau untuk datang ke Jakarta guna mengurus visa haji dan umroh, sehingga biayanya menjadi mahal," ungkapnya.

(banjarmasinpost.co.id/ rendy nicko)

Penulis: Rendy Nicko
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved