Berita Kabupaten Banjar

Genangan di Sawah Hingga Dua Meter, Petani Martapura Timur Dambakan Tanggul

Hambatan teknis hingga kini masih terus menyelubungi usaha tani padi para petani di Kecamatan Martapura Timur.

Genangan di Sawah Hingga Dua Meter, Petani Martapura Timur Dambakan Tanggul
BUDI SANTOSO UNTUK BPOST GROUP
Kepala BPP Martapura Timur Budi Santoso bersama Babinsa setempat mengecek teradakan (tugalan) benih padi di Desa Tambakanyar Ulu, tiga hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hambatan teknis hingga kini masih terus menyelubungi usaha tani padi para petani di Kecamatan Martapura Timur.

Tiap tahun pada musim penghujan, genangan air hamparan sawah setempat menjadi sangat dalam.

Genangan paling dangkal sedalam satu meter dan terdalam mencapai hingga dua meter.

"Persawahan di wilayah Martapura Timur memang berupa kahan lebak dalam. Kalau musim hujan tenggelam, kalau musim kemarau kekeringan. Itulah dilematisnya, air susah diatur," ucap Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Martapura Timur Budi Santoso, Jumat (18/01/2019).

Kondisi tersebut dinyatakannya sangat merepotkan petani.

Musim tanam kadang menjadi molor akibat genangan tak kunjung surut ketika musim tanam tiba yakni sekitar bulan Mei.

Jika hal itu terjadi, sebut Budi, hasil panenan tidak maksimal dan bahkan banyak yang rusak.

Baca: Hotman Paris Tagih Janji Jokowi Setelah Dengar Debat Capres Cawapres Pilpres 2019, Ungkap Kasus Ini

Baca: Ahok Disebut Sudah Melamar Bripda Puput di Mako Brimob Sebelum Rencana Menikah 15 Februari 2019 Ini

Baca: Reaksi Tak Terduga Ivan Gunawan Lihat Asistennya Nangis dan Minta Tolong karena Terjerat Narkoba

Baca: Tetap Enerjik dan Terlihat Fresh padahal Usia Dekat Setengah Abad, Ternyata Ira Koesno Amalkan ini

Baca: Curhat Nagita Slavina Soal Rumah Tangganya dengan Raffi Ahmad yang Sering Diterpa Gosip

Fase generatif (pembungaan) terganggu sehingga banyak bulir padi menjadi hampa akibat saat fase tersebut lahan sawah telah kekeringan menyusul tibanya musim kemarau.

Dampaknya, produksi dan produktivitas panenan padi di Martapura Timur masih rendah, rata-rata hanya delapan blek per borong (1 hektare=35 borong).

Padahal potensinya bisa mencapai 10 blek karena lahan sawah sangat subur karena adanya unsur hara alami yang terlarut pada air.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved