Tajuk

Jangan Cuma Jelang Pilpres

MENJELANG pemilihan presiden (pilpres) yang dilaksanakan 17 April 2019, warga binaan pemasyarakatan yang berada di rumah tahanan (rutan)

Jangan Cuma Jelang Pilpres
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Sejumlah warga binaa Lapas Banjarmasin melakukan rekam Cetak KTP Elektronik, Kamis (17/1/2019) siang. 

MENJELANG pemilihan presiden (pilpres) yang dilaksanakan 17 April 2019, warga binaan pemasyarakatan yang berada di rumah tahanan (rutan) dan lembaga permasyarakatan (lapas) seluruh Indonesia melakukan kegiatan perekaman KTP elektronik (KTP-el). Tak terkecuali di Kalsel.

Sekitar 200 warga binaan mengikuti perekaman data KTP el di Aula Lapas Kelas II Kota Banjarmasin, kemarin. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Lapas Marabahan Barito Kuala dan Rantau Tapin. Sejumlah warga binaan pun antusias mengikuti perekaman data KTP-el.

Ya, perekaman KTP-el untuk warga binaan rutan dan lapas memang sudah menjadi tanggungjawab pemerintah untuk memastikan terpenuhinya hak pilih warga negara Indonesia yang di lapas/rutan guna menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019.

Tapi, terlepas dari nuansa pemilu, pelaksanaan perekaman data KTP-el terhadap warga binaan rutan dan lapas setidaknya membantu dan memudahkan warga binaan memiliki KTP-el yang menjadi kartu identitas resmi. Mereka juga mendapatkan hak yang sama dalam hal layanan pembuatan KTP-el.

Bisa dikatakan, perekaman data KTP-el yang jemput bola ke rutan atau lapas ini memberi ‘berkah’ tersendiri buat warga binaan. Faktanya, selama ini, warga yang bebas saja, tidak sedikit yang dibuat repot dalam urusan mendapatkan KTP-el. Kadang mereka harus bolak-balik ke kantor Disdukcapil), belum lagi mereka harus antre.

Lebih repot lagi bagi warga desa yang tempat tinggalnya jauh dari disdukcapil. Memang di beberapa kecamatan di Kalsel tersedia alat perekam KTP-el, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh ke kantor Disdukcapil.

Tapi faktanya, di beberapa kecamatan, khususnya di Kalsel, perangkat perekam data KTP-el ada yang rusak bahkan ada yang hilang. Hal ini terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar, seperti Gambut, Astambul, Mataraman, dan Sungaitabuk. Akhirnya warga harus rela jauh-jauh datang ke Disdukcapil Banjar di Martapura untuk perekaman data KTP-el.

Nah, jika perekaman data KTP-el bisa jemput bola ke rutan dan lapas, mungkin cara ini bisa dimaksimalkan untuk perekaman data KTP-el, khususnya di desa terpencil, demi memberikan kemudahan kepada warga demi tercapainya pemenuhan kepemilikan KTP-el di semua wilayah. Tentunya jangan hanya saat jelang Pilpres, tapi berkelanjutan. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved