KalselPedia

KalselPedia - Itik Alabio Bukan Cuma Enak Disantap, Juga Jadi Maskot Favorit Kota Amuntai

Itik Alabio adalah salah satu rumpun itik lokal Indonesia yang memiliki keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta beradaptasi

KalselPedia - Itik Alabio Bukan Cuma Enak Disantap, Juga Jadi Maskot Favorit Kota Amuntai
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Tugu Itik Alabio menjadi maskot Kota Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Itik Alabio adalah salah satu rumpun itik lokal Indonesia yang memiliki keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta beradaptasi terhadap lingkungan yang banyak popiluasinya di Kalimantan Selatan. di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) banyak peternak itik, hingga Itik Alabio jadi salah satu ciri khas di Kota Amuntai.

Nama Itik Alabio sudah sangat dikenal hampir ke seluruh daerah di Kalimantan Selatan. Pasalnya, kuluner itik tanpa tulang menjadi salah satu menu yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota dengan sebutan Bertakwa ini.

Namun taukah bahwa awalnya Itik Alabio (Anas Plathycus Borneo) memiliki nama lain, atau yang dulu dikenal dengan sebutan itik banar atau itik bujur.

Baca: KalselPedia : Stadion Mini Banjarmasin Utara, Satu dari 5 Stadion Program Wali Kota Ibnu Sina

Baca: KalselPedia : Profil, Sejarah dan Daftar Fasilitas di Rumah Sakit H Damanhuri (RSHD) Barabai

Baca: KalselPedia : Museum Wasaka, Rumah Saudagar Kaya yang Jadi Museum Perjuangan Rakyat Kalimantan

Pemberian nama Itik Alabio sendiri dilatar belakangi kebiasaan orang yang ingin membeli bibit itik di Pasar Alabio, Kota Amuntai.

Bahkan, Dinas Pertanian HSU menyebut bahwa asalnya itik alabio merupakan itik lokal asli tanpa persilangan

Tugu Itik Alabio menjadi maskot Kota Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU).
Tugu Itik Alabio menjadi maskot Kota Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU). (banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati)

Nah, untuk lebih mengenalkan Itik Alabio yang sudah menjadi ikon Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), puluhan tahun lalu dibangun monumen atau tugu itik dengan ukuran sangat besar. Tugu patung itik ini tepat berada didamaping jembatan Paliwara Kecamatan Amuntai Tengah.

Disekitar tugu merupakan siring menghadap langsung ke sungai, pada sore hari banyak penjual makanan dan minman. Warga HSU juga setiap sote ya memenuhi area tersebut.

Jenis makanan dan mi umannya juga banyak, tema outdor duduk bersantai dibawah pohon juga menjadi daya tarik pengunjung.

Patung itik Amubtai yang telah menjadi maskot ini menjadilatar belakang untuk berfoto. Ditemoat tersebut juga tersedia fasilitas layanan wifi gratis.

"Saya hampir setiap sore mengajak anak jalan jalan ke siring patung itik, biasa membawa makanan sendiri sekaligus menyuapi anak, kalau diajak jalan makannya akan semakin banyak," ujar Sanah warga Amuntai. (Banjarmasinpost.co.id/Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved