Arti Senjata Tajam Bagi Orang Kandangan

Kesampingkan Tradisi, Bawa Sajam Langgar UU Darurat, Terancam 10 Tahun Penjara

Kebiasaan membawa senjata tajam warga Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) di tempat umum tanpa izin

Kesampingkan Tradisi, Bawa Sajam Langgar UU Darurat, Terancam 10 Tahun Penjara
Humas Polres HSD
Senjata tajam yang diamankan jajaran Polres HSS dari tersangka 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kebiasaan membawa senjata tajam warga Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) di tempat umum tanpa izin akan melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951.

Ayat satu ini berbunyi, barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Ayat dua berbunyi, dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib.

Baca: Fakta Orang Kandangan Suka Tenteng Senjata Tajam, dari Kebiasaan Para Jawara Hingga Hulu Balang

Baca: Peninggalan Sejak Penjajahan Belanda, Simbol Keperkasaan untuk Pertahankan Diri

Baca: Alasan Orang Kandangan HSS Suka Bawa Wasi, Ternyata untuk Penglaris Dagangan dan Cari Jodoh

Sejauh ini, Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) tegas melakukan penertiban terkait dengan penggunaan senjata tajam tanpa izin di tempat umum.

Sejumlah kasus kepemilikan sajam di wilayah HSS masih kerap terjadi. Para pelaku harus berurusan dengan pihak berwajib dan terancam 10 tahun penjara.

Mayoritas, para pelaku mengaku membawa sajam karena untuk jaga diri dan sudah menjadi kebiasaan yang mereka lakukan.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya akan terus menindak tegas terkait dengan kasus penggunaan Sajam tanpa izin di wilayah HSS.

"Target kita pada 2019 ini meminimalisir kasus sajam dan narkotika. Kita akan menekan hingga 50 persen untuk kasus sajam dan meminimalisir kasus narkoba pada 2018. Giat patroli dan sosialisasi akan rutin dilakukan," katanya.

Untuk itu pihaknya menghimbau agar masyarakat di HSS tidak membawa sajam di tempat umum tanpa izin dan jangan memakai atau mengedarkan narkotika (Banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved