Public Services

Pengemis dan Pengamen di Perempatan Mengganggu

Pengemis dan pengamen di lampu merah Pasar Lama, mereka suka menggores-gores mobil yang lewat di situ

Pengemis dan Pengamen di Perempatan Mengganggu
banjaarmasinpost.co.id/rahmadhani
Satu yang paling mencolok pada pelaksanaan Salat Ied di Masjid Jami Banjarmasin Minggu (25/7/2017) adalah kehadiran para pengemis dadakan. 

BANJARMASIN - Selamat pagi Satpol PP. Kami mau menginformasikan masalah pengemis dan pengamen di lampu merah Pasar Lama. Mereka suka menggores-gores mobil yang lewat di situ. Mohon segera ditindak karena menggores mobil juga tidak tanggung-tanggung, sepanjang bodi mobil. Teman dan keluarga juga banyak yang jadi korban. Terimakasih. 081351070220

TANGGAPAN:
MENYIKAPI laporan masyarakat ini bahwa adanya anak jalanan yang berada di simpang 4 lampu merah Pasar Lama sesuai dengan pemantauan yang pihak petugas kami di Ton 1 Jalan Perintis kemerdekaan, hasilnya negatif atau tak ada seperti yang diinfokan tersebut.

DRS H WAHYUNI S, MAP
Kasi Operasional Satpol PP dan Damkar Banjarmasin

Kebersihan Siring Kurang Terjaga

BANJARMASIN - Mohon perhatiannya kepada pihak terkait. Kawasan siring di Sungai Martapura itu sudah cukup terkenal jadi tempat wisata baik dikunjungi wisatawan lokal mapun luar daerah.

Namun, sangat disayangkan, kebersihan di kawasan tersebut tidak terjaga apalagi saat hari Sabtu-Minggu. Sampah berserakan di mana-mana.

Sebaiknya, setiap saat dijaga kebersihannya dengan petugas khusus dan pengunjung selalu diberi imbauan melalui mikropon untuk membuang sampah ke tempatnya, termasuk peraturan dan dendanya bila buang sampah sembarangan.

Kemudian yang dagang dengan menggelar karpet itu ditiadakan, karena mengganggu kenyamanan serta jadi pemandagangn jelek. Demikian saran saya, terima kasih. 082245496601

TANGGAPAN:
TERIMAKASIH atas saran dan masukanya. Dapat diinformasikan bahwa, kami telah menyediakan petugas yang selalu menjaga kebersihan di siring Menara Pandang. Bahkan sepanjang siring yang panjangnya sekitar 1,4 km tersebut kami siapkan 168 bak sampah. Namun yang terjadi di lapangan, warga atau pengunjung masih banyak membuang sampah bukan pada tempatnya atau seenaknya. Beberapa kali bak sampah yang kami sediakan dibuang ke sungai.

Kami bekerja sama dengan pegiat lingkungan diantaranya dengan FKH (Forum Komunitas Hijau) Melingai, beberapa mahasiswa baik dari Unlam dan Perguruan Tinggi lainya, bahkan dengan mahasiswa asing dari berbagai negara Eropa dan Asia lainnya untuk sosialisasi dan memberikan edukasi tentang cara membuang sampah yang benar.

Pedagang dan PKL selalu kami imbau untuk senantiasa membuang sampah pada tempatnya, bahkan ada 3 speaker yang senantiasa mengumumkan yakni di Menara Pandang termasuk Pasar Terapung, di dermaga kelotok dan di konter pedagang Banjarmasin Food Festival (BFF) yang senantiasa menyarankan membuang sampah pada tempatnya bahkan untuk mengurangi bahan yang mengandung banyak sampah.

Penyebab banyaknya sampah adalah para PKL yang berjualan di tempat yang dilarang yakni halaman parkir Menara Pandang dan sekitarnya, kawasan siring sampai dengan Pasar Terapung, kawasan Taman Bekantan.

Dispensasi diberikan berjualan adalah di tempat areal BFF sampai ke jembatan Pasar Lama dengan catatan dan ketentuan mereka harus menyediakan team untuk membersihkan sampahnya. Terkait menggelar karpet di areal pedistrian siring termasuk yang di depan pasar terapung adalah tidak diizinkan, karena hal tersebut mengganggu pejalan kaki dan keindahan. Pedagang dalam wadah paguyuban BFF menyediakan karung sampah secara gratis.

DRS HM KHUZAIMI, MM, MAP
Kabid Pengembangan Pariwisata
Disbudpar Banjarmasin

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved