Arti Senjata Tajam Bagi Orang Kandangan

Peninggalan Sejak Penjajahan Belanda, Simbol Keperkasaan untuk Pertahankan Diri

Kebiasaan turun temurun warga Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) membawa senjata tajam saat pergi keluar rumah

Peninggalan Sejak Penjajahan Belanda, Simbol Keperkasaan untuk Pertahankan Diri
banjarmasinpost.co.id/hanani
Petugas Polres HSS melakukan rrazia terhadap sejumlah tempat yang berpotensi menimbulkan kerawanan kambtibmas di Kandangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kebiasaan turun temurun warga Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) membawa senjata tajam saat pergi keluar rumah tidak lepas dari masa penjajahan dan zaman kerajaan dulu.

Hal ini dibenarkan oleh pemerhati budaya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Syarmidin.

"Kebiasaan membawa senjata tajam itu memang warisan dulu. Karena dulunya, membawa senjata tajam untuk mempertahankan diri dari para penjajah," kata H Achmad Syarmidin, kemarin.

Senjata tajam yang dibawa warga, dulunya kebanyakan jenis parang atau mandau.

Selain untuk menjaga diri, senjata tajam jenis Mandau itu juga sebagai alat pertanian dan berburu binatang selain melawan penjajah.

Baca: Fakta Orang Kandangan Suka Tenteng Senjata Tajam, dari Kebiasaan Para Jawara Hingga Hulu Balang

Baca: Ada yang Kurang Bila Tidak Membawa Wasi, Rasa Tidak Aman saat Keluar Rumah

Baca: Alasan Orang Kandangan HSS Suka Bawa Wasi, Ternyata untuk Penglaris Dagangan dan Cari Jodoh

Baca: Terkikis Kemajuan Zaman, Pemuda Kandangan Utamakan Prestasi Ketimbang Bawa Wasi

Kebiasaan warga Kandangan membawa senjata tajam juga sebagai simbol keperkasaan, kehormatan dan harga diri seorang pria.

"Kebiasaan dulu itu sudah tidak lagi menjadi warisan dizaman sekarang. Sudah ada aturan dan larangan membawa senjata di tempat umum. Sehingga tidak boleh sembarangan membawa senjata saat keluar rumah," katanya.

Namun untuk di pedesaan, membawa senjata tajam jenis parang masih dilakukan karena digunakan untuk berkebun dan pertanian
(Banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved