Pilpres 2019

Sandiaga Semangat Menceritakan Kisah Pak Najin, Nelayan Karawang yang Dipersekusi

Hingga tiga sesi debat, yakni penyampaian visi misi, pertanyaan ihwal tumpang tindih peraturan, pilihan antara penegakan hukum dan penghormatan

Sandiaga Semangat Menceritakan Kisah Pak Najin, Nelayan Karawang yang Dipersekusi
BPost Cetak
BPost cetak edisi Jumat (18/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hingga tiga sesi debat, yakni penyampaian visi misi, pertanyaan ihwal tumpang tindih peraturan, pilihan antara penegakan hukum dan penghormatan terhadap nilai HAM, serta diskriminasi terhadap disabilitas, Ma’ruf Amin hanya dua kali berbicara.

“Saya mendukung pernyataan Pak Jokowi,” kata Ma’ruf mengamini pernyataan Jokowi ihwal keseimbangan penegakan hukum dan penghormatan HAM.

Sementara, Sandiaga lebih menggigit.

Dia selalu menambahkan pernyataan Prabowo dalam tiap sesi.

Ciri khas Sandi adalah menceritakan masalah-masalah orang biasa yang menurut dia dikumpulkan dalam pertemuan dengan masyarakat.

Baca: Kubu Jokowi Klaim Menang 3-1 Atas Prabowo-Sandiaga Uno di Debat Capres Pilpres 2019

Baca: Ibu Nagita Slavina Posting #10YearsChallenge Bareng Anaknya, Lihat Istri Raffi Ahmad Sebelum Menikah

Baca: Ayah Mendiang Olga Syahputra Tak Sebut Hilda Vitria, Ingatkan Billy Utamakan Karier dan Keluarga

Baca: Krisdayanti Unggah Foto Bersama Raul Lemos, Terungkap Fakta Pernikahannya dengan Anang Hermansyah

Baca: Nikita Mirzani Kaget Dilaporkan ke Polisi, Ternyata Sosok yang Terkait Masa Lalunya Mulai Bikin Ulah

“Ada kisah Pak Najin, nelayan di Karawang. Beliau ambil pasir untuk menanam di hutan bakau. Beliau dipersekusi dan kriminalisasi. Banyak kasus persekusi yang melibatkan wong cilik tidak ditangani dengan baik,” kata Sandi saat mempertanyakan diskriminasi dalam penegakan hukum di era Jokowi.

Pernyataan dari Ma'ruf hanya saat menanggapi pernyataaan Cawapres 02 Sandiaga Uno terkait tema HAM bagi kaum difabel.

Namun, Ma'ruf tak sampai habis menanggapi komentar Sandiaga lantaran waktu menjawab yang diberikan sudah habis.

Dalam debat ini, Ma'ruf yang dikenal sebagai seorang ulama tampaknya hendak menceritakan soal sejarah Nabi.

"Nabi saja pernah ditegur sama Allah," kata Ma'ruf.

Selain itu, Maruf mengaku butuh peran serta masyarakat untuk bisa memenuhi hak-hak dasar kaum disabilitas.

"Saya kira yang penting lagi membudayakan masyarakat untuk meemperadayakan kaum disabilitas dan non disabilitas," kata dia.

Sebelum Ma'ruf memberikan tanggapan, Capres nomor urut 01, Joko Widodo sempat menanggapi pernyataaan yang disampaikan Sandiaga soal ceritanya terkait seorang difabel yang diklaim menjadi inspirasi bagi kubu Prabowo Subianto - Sandiaga.

Terkait hal itu, Jokowi mengklaim selama menjabat sebagai presiden, tak pernah membeda-bedakan masyarakat terutama kaum difabel "Banyak sekali, banyak bidang, itu memang sudah setara, kita hargai yang mereka kerjakan. Apa yang sudah disampaikan pak sandi, mirip-mirip seperti apa kata pak Sandi," kata Jokowi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved