Berita Kabupaten Banjar

Dua Hektare Kebun Sayuran Tenggelam di Persawahan Martapura Timur, Sang Pemilik Sedih

Dampak negatif terutama dirasakan oleh petani yang lahan pertaniannya teletak di kawasan bertopografi rendah.

Dua Hektare Kebun Sayuran Tenggelam di Persawahan Martapura Timur, Sang Pemilik Sedih
BUDI SANTOSO untuk Banjarmasinpost.co.id
TENGGELAM - Penyuluh BPP Martapura Timur mengecek hamparan tanaman sayuran di Desa Mekar yang tenggelam, kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tingginya intensitas curah hujan sejak beberapa pekan terakhir mulai memunculkan dampak yang kompleks di kalangan petani di berbagai daerah. Termasuk petani di Kabupaten Banjar.

Dampak negatif terutama dirasakan oleh petani yang lahan pertaniannya teletak di kawasan bertopografi rendah. Di antaranya seperti yang berada di wilayah Kecamatan Martapura Timur.

Hingga Sabtu (19/01/2019) kemarin, genangan di lahan pertanian setempat masih cukup tinggi. Di bagian tengah atau cekungan terdalam, ketinggian genangan masih bertahan hingga dua meter.

Penuturan beberapa kalangan petani setempat, belum ada tanda-tanda air di persawahan di Martapira Timur akan menyusut.

"Apalagi hujan masih sering terjadi. Malam tadi juga hujan meski tak terlalu deras," ucap Abah Amat.

Baca: Ustadz Abdul Somad Sedang Beri Tausiah Tentang Sedekah Tiba-Tiba Kumandangkan Takbir Usai Dengar Ini

Baca: Hasil Malaysia Masters 2019 - Marcus/Kevin Susul Greysia Polii/Apriyani Rahayu Masuk Babak Final!

Baca: Bukan Naomi Zaskia, Sosok Rambut Panjang Ada di Rumah Megah Sule Diungkap Pada Raditya Dika

Warga Desa Tambakanyar ini mengatakan biasanya pada awal tahun dirinya telah mulai menyiapkan bibit tanaman padi lokal. Namun karena genangan sawahnya masih dalam sehingga penyiapan bibit tertunda.

Tak cuma itu dampak yang dirasakan petani di Kecamatan Martapura Timur. Bahkan ada sebagian petani setempat yang merugi akibat tanaman selanya berupa sayur-sayuran tenggelam.

Contohnya di Desa Mekar. Setidaknya ada tanaman sayuran milik warga setempat yang terancam rusak bahkan gagal panen, seperti tanamam sayuran milik Fauzan.

Sejak sekitar seminggu lalu tanaman sayurannya seperti terong, jagung, dan lombok terluapi air. Lantaran terlalu lama terggelam, kemungkinan tanaman tersebut bakal mati atau setidaknya pertumbuhan dan perkembangannya terganggu.

"Luasan kebun sayur milik Pak Fauzan itu sekitar dua hektare. Kalau melihat kondisinya di lapangan, sepertnya tidak bisa diharapkan lagi. Kemungkinannya tanaman itu akan mati," ucap Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Martapura Timur Budi Santoso.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved