Berita Regional

Istri Gubernur Diperiksa, Gara-gara Video Viral Kepala Desa Bagi-bagi Sarung yang Ada Foto Dirinya

Andi Ruskati Ali Baal, istri Gubernur Sulawesi Barat yang juga adalah Ketua DPD Partai Gerindra Sulbar diperiksa Badan Pengawas Pemilu

Istri Gubernur Diperiksa, Gara-gara Video Viral Kepala Desa Bagi-bagi Sarung yang Ada Foto Dirinya
KOMPAS.com/JUNAEDI
Andi Ruskati Ali Baal Masdar, istri Gubernur Sulawesi Barat, diperiksa Bawaslu Polewali Mandar, Jumat (18/1/2019), terkait dugaan pelanggaran pemilu terhadap seorang kepala desa yang membagi-bagikan sarung dan poster bergambar dirinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, POLEWALI MANDAR – Andi Ruskati Ali Baal, istri Gubernur Sulawesi Barat yang juga adalah Ketua DPD Partai Gerindra Sulbar diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Polewali Mandar terkait video viral kades bagi-bagi sarung dan poster caleg di kantor Desa Papandangan, Jumat (18/1/2019).

Andi Ruskati tiba di kantor Bawaslu sekitar pukul 11.00 Wita dan diperiksa sekitar 5 jam, mulai dari pukul 11.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita.

Andi Ruskati diperiksa terkait kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Makmur, oknum kepala Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, yang membagi-bagikan sarung dan kalender yang ditempeli poster dan gambar Andi Rusakati yang juga caleg DPR RI saat menggelar reses di Desa Pappandangan pada tanggal 4 Januari 2019 lalu.

Seusai diperiksa, Ruskati enggan berkomentar. Dia hanya mengatakan dirinya hanya memenuhi panggilan Bawaslu untuk memberi klarifikasi dan hanya diperiksa sebagai saksi atas kasus kades bagi-bagi sarung dan poster caleg atas nama dirinya.

Baca: Pernah Jadi Pacar Reino Barack, Sandra Dewi Ungkap Alasan Pacaran dan Nikah Diam-Diam Harvey Moeis

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Malam Ini di RCTI & MNC TV, Derby London Arsenal vs Chelsea

Baca: Jelang Liga 1 2019, Hansamu Yama Latihan Perdana bersama Persebaya, Merasa Nyaman karena Suasana Ini

"Silakan tanya langsung sama Bawaslu dan nanti rilisnya akan dijawab oleh staf saya," ujarnya sambil bergegas masuk ke mobil.

Divisi Penindakan Bawaslu Polman, Arham Syah, mengatakan, pemanggilan Ruskati hanya sebatas saksi untuk mengklarifikasi berbagai masalah terkait kegiatan yang terjadi di Pappandangan seperti video yang sudah dilaporkan warga ke Bawaslu.

Arham menyebutkan, pihaknya telah meminta klarifikasi mengenai adanya pembagian sarung, kalender dan bahan kampanye di Desa Papandangan. Namun, Bawaslu belum bisa menyampaikan hasilnya karena akan melakukan rapat bersama Gakkumdu sebelum membuat keputusan ada unsur pelanggaran kampanye atau tidak.

"Kalau untuk kalender dan lainnya yang bersangkutan tidak mengakui sebab pada saat pembagian, Beliau sudah pulang," tutur Arham.

Terkait adanya pemanggilan ulang yang kedua terhadap yang bersangkutan, Arham menambahkan, hal ini akan dibahas dulu bersama tim Gakumdu sebelum batas akhir tanggal 24 Januari 2019.

Baca: Kasus Narkoba Terpopuler Sepekan, dari Jaringan Banjarmasin, Aris Idol hingga Asisten Ivan Gunawan

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 23 Live di MNCTV RCTI - Arsenal vs Chelsea, MU vs Brighton

"Kasus ini harus tuntas dalam waktu 14 hari. Kalau pemanggilan ulang, nanti kami bahas bersama, kira-kira apa yang harus dilengkapi, baik masukan dari pihak penyidik maupun jaksa," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved