Berita Nasional

Respons Sandiaga Uno Sikapi Pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir Karena Keputusan Presiden Jokowi

Respons Sandiaga Uno Sikapi Pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir Karena Keputusan Presiden Jokowi

Respons Sandiaga Uno Sikapi Pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir Karena Keputusan Presiden Jokowi
net
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir atas putusan dari Presiden Jokowi enggan dikomentasi Cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019, Sandiaga Uno.

"Kami tidak bisa memberikan komentar," kata Sandiaga ketika ditemui di Sidoarjo, di sela acara kunjungannya, Sabtu (19/1/2019).

Sandiaga Uno menilai dirinya tak pantas untuk memberikan komentar terkait permasalahan hukum. Ada banyak ahli hukum lain yang lebih laik memberikan komentar terkait bebasnya Ustadz Abu Bakar Baasyir.

"Sebab, hal ini adalah permasalahan hukum. Kami yakin banyak alih hukum yang lebih kompeten," pungkas Cawapres pendamping Prabowo Subianto ini.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi memberikan pembebasan tanpa syarat kepada Abu Bakar Baasyir.

Baca: Reaksi Menohok Luna Maya Saat Foto Mesranya Bareng Ariel NOAH Diungkap Sebelum Pacari Reino Barack

Baca: Supermoon 2019 Disebut Juga Super Blood Wolf Moon, Ini Pengertian, Waktu dan Lokasi Terjadinya

Baca: Live Beinsports 1! Cara Nonton Live Streaming Liverpool vs Crystal Palace Liga Inggris Malam ini

Baca: Momen Gisella Anastasia Menari Bersama Gading Marten dan Gempita Usai Ramai Gugatan Cerai, Canggung?

Kuasa hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra membeberkan, alasan Presiden Joko Widodo memberikan kebijakan membebaskan terpidana kasus terorisme, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

Menurut Yusril, Jokowi mempertimbangkan rasa kemanusiaan mengingat Ba'asyir telah menginjak usia lanjut (80 tahun) dan mengidap beberapa penyakit.

"Pertimbangannya kemanusiaan dan penghormatan pada seorang ulama," ungkap Yusril di kantor The Law Office of Mahendradatta, Jln Fatmawati Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2019) dikutip dari Tribunnews.com.

Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan.
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ((ANTARA/Yulius Satria Wijaya))

Kepada Yusril, Jokowi mengaku tidak tega untuk memenjarakan ulama terlalu lama. Apalagi Ba'asyir dipenjara bukan pada pemerintahan Joko Widodo.

"Kemudian Pak Jokowi bilang gak tega kalo ada ulama lama-lama dalam penjara. Apalagi Ustadz Ba'asyir bukan di jaman saya dan itu jaman sebelumnya," tutur Yusril.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved