Tajuk

Saatnya Ada Jembatan Penyeberangan Orang

PEMERINTAH Kota atau Pemko Banjarmasin mungkin makin menyadari, betapa penting ada jembatan penyeberangan. Kondisinya kini, sering terjadi kemacetan

Saatnya Ada Jembatan Penyeberangan Orang
banjarmasinpost.co.id/burhani yunus
Sebuah truk bermuatan air meneral bernomor polisi DA 1505 AJ teperosok di sisi Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Sabtu (21/3) pukul 15.30 Wita. 

PEMERINTAH Kota atau Pemko Banjarmasin mungkin makin menyadari, betapa penting ada jembatan penyeberangan. Kondisinya kini, sering terjadi kemacetan lalu lintas diantaranya di jalur Teluktiram Banjarmasin Barat, Sungailulut Banjarmasin Timur, Kayutangi dan Sultan Adam Banjarmasin Utara.

Karena itu, pemko ingin memudahkan warganya dalam hal menyeberang jalan. Ibu-ibu tidak takut sambil menggandeng anaknya yang masih kecil untuk mencapai sekolahan. Orangtua, mungkin bertongkat, tidak susah ke seberang jalan.

Masyarakat sangat mengharapkan pemko segera membangun jembatan penyeberangan tersebut. Biasa disebut Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO. Dengan adanya failistas JPO, masyarakat pejalan kaki tak lagi khawatir atau ketakutan ditabrak kendaraan saat menyeberang jalan.

Lalu, bagaimana cara pemko membangun? Mengingat, pemko selalu terkendala pada keterbatasan anggaran. Rencana yang ada, mengajak kerja sama dengan pemasang iklan. Okelah. Setidaknya, pemko sudah ada solusi untuk melayani warganya, sudah ada alternatif untuk pendanaan.

Tinggal warganya. Bila pemko berhasil mewujudkan, harapannya adalah warga memanfaatkan fasilitas yang ada. Jangan sampai, telah dibangun susah payah, banyak menghabiskan uang, tetapi disia-siakan. Itu sudah ada pengalaman, JPO yang membentang di atas Jalan Pangeran Antasari. Tapi kebanyakan warga tetap lewat bawah menyeberang jalan begitu saja, menantang risiko tertabrak hilir mudik kendaraan.

Ketika fasilitas JPO terabaikan, apa yang terjadi kemudian? Kondisi fisik JPO Jalan Pangeran Antasari rusak. Besinya karatan, bolong. pecah-pecah, reyot. Malah menjadi perusak keindahan kota. Tambah lama, keadaan JPO-nya tambah menyedihkan. Jusru membahayakan, jika tiba-tiba saja ada bagian yang patah karena saking korosinya. Pembongkarannya pun seakan terlunta-lunta. Begitu susahnya untuk dibongkar.

Baiklah. Jika pemko nanti bangun JPO, disebut-se­but di tempat-tempat yang makin padat arus lalu lintasnya, perlu didukung oleh dewan untuk menyokong anggaran. Bila perlu, dibantu pemprov. Dalam hal ini, jangan sampai ada pejabat pemprov yang mengatakan bukan urusannya. Bukan kewenangannya. Janganlah seperti itu. Banjarmasin adalah ibu kotanya. Pemprov setidaknya jangan sampai lepas tangan juga.

Lalu, setelah ada JPO, pemko juga jangan lupa menjaga, merawat. Bila tidak, bakal bernasib sama dengan JPO Jalan Pangeran Antasari. Malah, bisa menjadi tempat kumpul atau nongkrong anak jalanan, mangkalnya gembel-pengemis, yang mengganggu kenyamanan dan keamanan pejalan kaki sebagai pengguna JPO.

Tak ketinggalan, pemko melaksanakan sosialisasi tiada henti kepada warganya supaya bijak dan tertib menggunakan fasilitas JPO dan ikut peduli menjaga kondisi JPO agar tetap terawat dengan baik.

Ingat, di jalan raya ada saja orang-orang yang berperilaku sesukanya bahkan melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab, berbuat iseng atau sengaja melakukan pengerusakan fasilitas umum. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved