KalselPedia

KalselPedia: Pakaian Adat Penganten Banjar, Dipakai Hingga ke Pelosok Kalimantan Selatan

KalselPedia: Pakaian Adat Penganten Banjar adalah pakaian yang digunakan dalam upacara pernikahan suku Banjar, terutama di Kalimantan Selatan

KalselPedia: Pakaian Adat Penganten Banjar, Dipakai Hingga ke Pelosok Kalimantan Selatan
Buku Karangan Kawang Youdha
Pakaian Penganten Adat Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KalselPedia: Pakaian Adat Penganten Banjar adalah pakaian yang digunakan dalam upacara pernikahan suku Banjar, terutama di Kalimantan Selatan (Kalsel). Bukan hanya di kota besar seperti di Kota Banjarmasin, pakaian penganten Banjar ini juga digunakan hingga ke pelosok Kalsel

Dalam perkawinan Adat Banjar, selain tata cara dan prosesinya, yang utama adalah keberadaan busana pengantin Banjar yang memiliki nilai-nilai budaya adat Banjar banyak mempunyai makna, arti perlambang dan ciri khas yang unik.

Dari informasi yang diperoleh Sejarawan Banjarmasin, Mansyur, dalam perkembangannya busana pengantin adat Banjar banyak mengalami pergeseran bentuk yang sangat signifikan.

Pada tahun 1990 hingga 2010 an, misalnya mahkota yang dipakai atau amarnya bentuknya bukan pertemuan dua ekor naga tapi mahkota pengantin Eropa yang jelas sangat berbeda baik dipandang dari filosofi, makna hingga essensinya.

Baca: KaltengPedia - Ini Maksud Presiden Soekarno Membangun Trans Kalimantan di Kalimantan Tengah

Baca: KalselPedia - Masjid Pusaka Desa Banualawas, Salah Satu Masjid Tertua di Tabalong

Baca: KalselPedia - Sejarah Pasar Terapung versi Kalselpedia, Ada Dukuh, Panyambangan hingga Bapanduk

Suku Banjar di Kalimantan Selatan terdiri dari tiga subetnis berbeda, yakni pahuluan, batang banyu, dan kuala.

Ketiga sub-etnis ini disebut dengan orang Banua dan dikenal memiliki kreasi kebudayaan yang unik dan penuh makna. Satunya di antaranya tercermin dalam busana adat pengantin.

Baik di kampung maupun di kota, busana adat pengantin Banjar masih digunakan dalam perhelatan pernikahan mereka.

Meskipun busana adat tersebut telah mengalami penambahan mode dan assesoris, namun realitas ini mencerminkan bahwa orang Banjar masih peduli dalam menjaga tradisi leluhur mereka.

Secara umum busana adat pengantin Banjar sebelum tahun 1990-an terdiri dari tiga jenis, yaitu bagajah gamuling baular lulut, ba’amar galung pancaran matahari, dan babajukun galung pacinan.

Akan tetapi secara khusus, dalam perkembangannya pada tahun 2010 an terdapat perkembangan, yaitu dengan tambahan babaju kubaya panjang.

Halaman
123
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved