Liga 1 2019

Ketum PSSI Edy Rahmayadi Mendadak Mundur, Ini Kata Ketum Martapura FC

Ketua Umum Edy Rahmayadi menyatakan mundur sebagai Ketua Umum dalam Kongres PSSI yang tengah berlangsung di Bali.

Ketum PSSI Edy Rahmayadi Mendadak Mundur, Ini Kata Ketum Martapura FC
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Ketum Martapura FC, H Mokhamad Hilman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Umum Edy Rahmayadi menyatakan mundur sebagai Ketua Umum dalam Kongres PSSI yang tengah berlangsung di Bali, tepatnya di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, pada Minggu (20/1) sore.

Tentu saja kabar mendadak itu mengejutkan para peserta kongres induk olahraga sepakbola ini. Apalagi kabar itu disampaikan dihadapan peserta kongres yang datang dari seluruh Indonesia.

Salah satu peserta kongres yang mewakili klub Martapura FC, Muhammad Hilman mengaku juga ikut terkejut dengan kabar tersebut apalagi saat itu Edy berpidato dihadapan peserta termasuk dirinya.

Hilman berpendapat sebenarnya PSSI sayang melepas pemimpin yang dia nilai adalah seorang yang bijak, satria dan lebih mementingkan kepentingan bangsa melalui organisasi PSSI.

"Yang tujuannya mulia sehingga bersedia mundur untuk kepentingan yang lebih besar," ucap pria berkacamata ini.

Baca: Alasan Edy Rahmayadi Mundur Dari Jabatan Ketum PSSI Jelang Liga 1 2019

Baca: Suporter Serbu Kongres PSSI Minta Joko Driyono & Iwan Budianto Mundur usai Edy Mundur Jadi Ketua

Baca: Almarhum H Sulaiman HB Dianugerahi Platinum Award PSSI Ini Kata Hasnuryadi Sulaiman

Baca: Joko Driyono Resmi Jadi Ketua Umum Baru PSSI Gantikan Edy Rahmayadi, Begini Reaksi Netizen

Mestinya kata Hilman Edy Rahmayadi sebagai pemimpin didukung oleh semua karena ini adalah organisasi yang tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus kerja bersama.

"Ketegasan beliau dengan pengalaman militernya mestinya sangat dibutuhkan untuj memandu PSSI sebagai organisasi yabg besar, dinamis dan penuh tantangan yang komplek," kata Hilman yang dihubungi di Bali, Minggu sore.

Sesuai statuta, ujar Hilman jika Ketua umum mundur maka digantikan oleh Wakil Ketum yang usianya paling senior dalam hal ini Djoko Driyono.

Mengenai sosok Djoko Driyono, Hilman yang biasa menyebut Djoko dengan Djokri dipilih sebagai Waketum melalui pemilihan saat KLB yang pada saat itu juga memilih Eddy Rahmayadi.

"Jadi memang dipilih dari proses yang disepakati vooter yang mewakili anggota hak suara," ujar dia.

Apalagi Djokri kata Hilman tokoh yang sudah berpengalaman di PSSI dan pernah menjabat sebagai Ketua Badan Liga Indonesia serta Sekretasi jendral PSSI.

"Jadi dengan Blbekal pengalaman tersebut akan dengan cepat untuk beliau menyesuaikan untuk mengayuh Biduk PSSI sebagai pemimpin yang kolektif kolegial bersama anggota Executive Committee," pungkas Hilman.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved