Berita Tabalong

Bagikan Kelambu ke Dalam Hutan, Warga di Perbatasan Tabalong-Kaltim Waspada Malaria

Warga yang biasanya masuk ke hutan adalah warga dari Kecamatan Jaro dan Kecamatan Muara Uya.

Bagikan Kelambu ke Dalam Hutan, Warga di Perbatasan Tabalong-Kaltim Waspada Malaria
Dinas Kesehatan Tabalong untuk banjarmasinpost.co.id
Dinas Kesehatan Tabalong membagikan kelambu ke Warga Kecamatan Jaro. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Letak geografis Kabupaten Tabalong berbatasan langsung dengan daerah hutan Provinsi Kalimantan Timur, tak heran jika banyak warga yang mencari nafkah dengan mengandalkan sumber daya hutan untuk mencari nafkah.

Warga yang biasanya masuk ke hutan adalah warga dari Kecamatan Jaro dan Kecamatan Muara Uya.

Warga biasa mencari hasil hutan baik buah buahan, kayu burung atau madu. Bukan hanya satu hari, mereka biasanya menginap dan mendirikan pemukiman sederhana dan bisa tinggal di hutan selama beberapa minggu.

Bukan tanpa resiko, bekerja di hutan ternyata memiliki resiko besar dengan mudah terkena penyakit malaria akibat gigitan nyamuk Anopheles.

Baca: Jasad WNA Asal Korea Selatan Tewas di Perumahan Mewah di Tabalong, Ditemukan Sudah Tergantung

Baca: BREAKING NEWS - Longsor di Pendulangan Intan, Pumpung Cempaka Banjarbaru, 1 Pendulang Tewas

Baca: BREAKING NEWS - Tabalong Geger, Mayat TKA Korea Selatan di Perumahan Mewah, Kondisinya Mengenaskan

Camat Jaro, Kabupaten Tabalong, Edy mengatakan Kecamatan Jaro memang berbatasan langsung dengan hutan di Kalimantan Timur, sebagian warga mencari kayu dan biasa bermukim cukup lama di dalam hutan sebelum kembali ke rumah untuk menjual hasil pencarian seperti kayu, burung atau madu.
"Warga Desa Lano dan Salikung yang cukup banyak sering masuk hutan, namun kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengurangi kasus malaria, dan saat ini sudah tidak sebanyak beberapa tahun lalu kasusnya," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tabalong dr Taufiqurrahman Hamdie M.Kes mengatakan Kabupaten Tabalong memang beresiko tinggi kasus malaria, namun terbukti setiap tahun Kabupaten Tabalong berhasil menurunkan angka kasus malaria.

Pada tahun 2016 ada sekitar 1770 kasus malaria, dan mengalami penurunan secara segnifikan pada 2017 dengan menjadi 297 kasus. Dan pada 2018 bisa kembali menurunkan angka kasus menjadi kurang dari 200 kasus.

Baca: Balasan Menohok Mulan Jameela Saat Cara Duduk Istri Ahmad Dhani Itu Dihujat Netizen

Baca: Tak Kalah Dari Ayu Ting Ting, Andika Kangen Band Babang Tamvan Ternyata Miliki Rumah Mewah

Dengan demikian Kabupaten Tabalong berhasil keluar dari zona merah menjadi zoba hijau, dan untuk menjadi eliminasi malaria harus terus menekan angka kasus malaria bibawah 200 selama dua tahun kedepan.

Untuk menekan angka kasus malaria Dinas Kesehatan memiliki program Gema Bersinar alias Gerakan Masuk Hutan Berantas dan Atasi Malaria.

Secara langsung kader melakukan portal pembebasan malaria dengan cara memeriksa darah warga yang akan masuk hutan, memberikan penyuluhan mengenai cara pencegahan serta memberikan kelambu dan obat obatan.

"Kami langsung datang ke warga yang akan masuk hutan dan membagikan kelambu secara gratis, klambu tersebut diharapkan dapat membantu warga agar tidak digigit nyamuk saat tinggal didalam hutan," ujarnya. Dan cara ini terbukti ampuh dengan terus menurunnya angka kasus malaria di Tabalong.

Program ini dilakukan karena Dinas Kesehatan sempat bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan penelitian sumber dari kasus malaria dan positif asal malaria adalah dari hutan Provinsi Kalimantan Timur. "Hutan Muara Kumam dan Grogot adalah salahsatu daerah yang menjadi sumber dari sumber kasus malaria, warga terkena malaria di daerah hutan Kaltim dan melakukan pengobatan di Tabalong," ungkapnya.

Taufik menambahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan kelambu, pihaknya juga melakukan modifikasi kelambu dengan menambahkan hiasan agar lebih indah dan mudah digunakan. (banjarmasinpost/reni)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved