Berita Banjarmasin

Diduga Sarangnya Terusik, Ribuan Lebah Menyerbu Permukiman, Warga Terpaksa Mengusir dengan Cara ini

Warga RT 69 Gang Jeruk Purut IX Kelurahan Sungaiandai, Kecamatan Banjarmasin Utara, mendadak heboh saat ribuan ekor lebah menyerbu perkampungan mereka

Diduga Sarangnya Terusik, Ribuan Lebah Menyerbu Permukiman, Warga Terpaksa Mengusir dengan Cara ini
BPost Cetak
Metro Banjjar edisi cetak (Senin 21/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Warga RT 69 Gang Jeruk Purut IX Kelurahan Sungaiandai, Kecamatan Banjarmasin Utara, mendadak heboh saat ribuan ekor lebah menyerbu perkampungan mereka, Minggu (20/1) sore .

Lebah-lebah tersebut awalnya hinggap di sebatang pohon pisang yang sedang tumbuh subur di tengah permukiman warga.

Karena keberadaannya yang cukup meresahkan, jalan pun sempat ditutup warga.

Naasnya empat orang warga harus merasakan sengatan binatang tersebut.

Udin, Ketua RT 69 Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara pun bahkan tidak luput terkena teror lebah tersebut.

Ia mengaku sempat tersengat lantaran hendak mengusir hewan penghasil madu itu.

Udin membenarkan sedikitnya ada empat orang warganya yang sudah tersengat lebah tersebut.

Baca: Hotman Paris Akui Jatuh Cinta pada Artis Terkenal, Ternyata Ini Reaksi Tak Terduga sang Istri

Baca: Kekecewaan Raffi Ahmad pada Engku Emran Diungkap ke Laudya Cynthia Bella, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca: Sule Dikabarkan Bakal Nikahi Naomi Zaskia, Ayah Rizky Febian Ungkap 5 Hal Mistis pada Raditya Dika

Baca: Ini Firasat Sebelum Istri Ustadz Maulana Meninggal Dunia, Chacha Federica Ingat Bahasan Kematian?

Baca: Sering Ada Penampakan Sosok Perempuan di Gua Putri Gua Liang Bangkai, Ini Ceritanya

"Yang sementara saya tahu, sekitar empat orang sudah disengat (lebah). Pertama orangtua dan anak, Supriadi dan saya sendiri," ujarnya.

Dia menduga lebah-lebah tersebut berasal dari hutan atau diusik sarangnya, sehingga mereka berpindah dan hinggap di tengah pemukiman warga.

Terpisah, Supriadi, juga mengaku kesakitan akibat sengatan lebah.
"Ought, ini ternyata biangnya. Pantesan serasa sakit," celetuk Supriadi sembari menunjuk seekor lebah yang sudah mati.

Supriadi bahkan mengaku sedikitnya ada 10 sengatan yang ia peroleh pascateror hewan penghasil madu tersebut.

"Tadi saja sudah tujuh, belum lagi ini. Jadi mungkin sudah sekitar 10 ekor lebah yang menyengat saya. Sedangkan yang paling membuat saya tersiksa, lebah tersebut seperti menyisakan duri usai menyengat," ceritanya.

Sore itu, mencegah supaya tidak ada korban lagi, mereka kemudian mencoba mengusir dengan membuat api dan asap.

"Tadi sempat dikasih api melalui ban yang dibakar. Tapi keberadaan lebah justru masih bertahan di pohon pisang tersebut," jelasnya.

Hingga langkah terakhir, menurut Udin, pengusiran lebah terpaksa dilakukan dengan menggunakan fogging (penyemprotan).

Penyemprotan terbilang efektif.

Pasalnya, saat seorang warga melakukan fogging, seketika puluhan ribu ekor lebah beterbangan meninggalkan pohon pisang tersebut.

Disaksikan puluhan warga, sejumlah lebah lainnya juga ada yang jatuh kemudian mati lantaran terkena asap serta api yang semula berasal dari pembakaran ban.

Tidak hanya itu, demi menghindari lebah-lebah tersebut kembali ke permukiman warga, mereka juga menebang pohon pisang itu.

"Mudah-mudahan tidak kembali lagi. Karena kemungkinan datangnya lebah-lebah ini dari hutan, yang sarangnya diambil atau dirusak sehingga lari ke permukiman," kata Udin.

Diakui, kasus ini memang pertamakali terjadi di kampungnya.

Kampung mereka memang berdekatan dengan hutan yang diduga asal lebah tersebut.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved