Ekonomi dan Bisnis

Ekspedisi di Kalimantan Selatan Rasakan Penurunan Omzet Karena Kenaikan Tarif Muata Udara

Semenjak Surat Muatan Udara (SMU) mengalami kenaikan, beberapa ekspedisi di Kalimantan Selatan sudah lakukan penyesuaian harga.

Ekspedisi di Kalimantan Selatan Rasakan Penurunan Omzet Karena Kenaikan Tarif Muata Udara
Tiki Banjarmasin untuk Bpost
Aktivitas pengiriman barang Tiki Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Semenjak Surat Muatan Udara (SMU) mengalami kenaikan, beberapa ekspedisi di Kalimantan Selatan sudah lakukan penyesuaian harga.

Akibat melakukan penyesuaian dan menaikkan tarif ongkos kirim, turut berdampak dari segi omzet pendapatan.

Seperti halnya yang dirasakan Pemilik Kasturi Mandiri Ekspres, Achmad Suhanto yang rasakan penurunan pendapatan.

"Penurunannya sangat jauh sekitar 30 persen, karena tarif yang naik hingga 50 persen sehingga orang lebih mencari jasa pengiriman yang termurah," kata Suhanto.

Selain itu konsumen di tempatnya juga lebih memilih pengiriman moda laut atau darat yang ongkos kirimnya lebih murah.

Baca: Ahok dan Bripda Puput Disebut-sebut Mau Menikah, Ayahanda Puput Buka-bukaan Soal Kelakuan Anaknya

Baca: VIDEO Satpol PP Serahkan SP III ke Warga Terdampak Pembebasan Proyek Jembatan Alalak Banjarmasin

Baca: Head to Head, Prediksi & Info Live Streaming Juventus vs Chievo Liga Italia Pekan 20 Malam Ini

"Dari atau tujuan Jakarta dan Surabaya tarifnya dari Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu, sedangkan menggunakan jalur laut pada tujuan yang sama hanya Rp 7.500," terangnya.

Hal senada dirasakan Penanggung Jawab Operasional SPL Cargo, Purwanto yang juga rasakan penurun omzet.

"Penurunan omzet sekitar 40 persen, karena banyaknya kenaikan tarif SMU yang sebelumnya hanya Rp 9 ribu tapi kini sudah Rp 20 ribu," keluhnya.

Ia menuturkan selain penurunan omzet juga rasakan penurunan pengiriman komoditas konsumen. "Biasanya mengirim cukup banyak, banyak yang menurunkan jumlah kirimannya," paparnya.

Tak hanya itu pihaknya kembali lakukan penyesuaian tarif pada akhir Januari atau awal Februari. "Kenaikan kedua kali imi sekitar 30 hingga 50 persen, karena kami lakukan penyesuaian kembali," ucapnya.

Soal tarif yang ia banderol saat ini dari Jakarta Rp 30 ribu perkilogram, sedangkan Surabaya Rp 28 ribu perkilogram.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved