Berita Kabupaten Banjar

Kembangkan Bunga Melati, Petani Kabupaten Banjar Mengaku Baunya Bisa Hilangkan Stres

Budidaya bunga melati (jasminum) terus dikembangkan oleh kalangan petani beberapa desa di Kecamatan Karangintan dan Martapura, Kabupaten Banjar

Kembangkan Bunga Melati, Petani Kabupaten Banjar Mengaku Baunya Bisa Hilangkan Stres
DINAS TPH BANJAR untuk Banjarmasinpost.co.id
ASN Dinas TPH Banjar meninjau kebun melati di Desa Jingah Habangulu, beberapa hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Budidaya bunga melati (jasminum) terus dikembangkan oleh kalangan petani beberapa desa di Kecamatan Karangintan dan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Data pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar, kebun melati tersebar di lima desa yakni Pandakdaun dan Bincau di Kecamatan Martapura. Lalu, di Desa Jingah Habangulu, Jingah Habangilir, dan Labuantabu di Kecamatan Karangintan.

Hamparan kebun melati terluas terluas berasa di Desa Jingah Habangilir milik H Abdul Muin. Yang bersangkutan sekaligus pioneer pembudidayaan bunga melati.

Sekitar tiga hektare luasan kebun melati milik Muin. Telah lumayan lama ia mengembangkan usahatani ini yakni sejak 1969 silam atau sejak sekitar 30 tahun yang lalu.

Baca: Jasad WNA Asal Korea Selatan Tewas di Perumahan Mewah di Tabalong, Ditemukan Sudah Tergantung

Baca: BREAKING NEWS - Tabalong Geger, Mayat TKA Korea Selatan di Perumahan Mewah, Kondisinya Mengenaskan

Baca: BREAKING NEWS - Longsor di Pendulangan Intan, Pumpung Cempaka Banjarbaru, 1 Pendulang Tewas

Muin mengatakan membudidayakan tanaman melati tidak begitu sulit. Pasalnya tanaman ini sangat adaftif dan cocok dengan kondisi alam di Kalsel termasuk di Kabupaten Banjar.

"Membudidayakan melati itu menggiurkan. Selain dapat menghilangkan stres dari aromanya yang segar, juga menawarkan keuntungan yang relatif besar bagi pengelolanya," ucapnya, Senin (21/01/2019).

Mewakili para petani bunga melati di Banjar, ia berharap semoga kelak ada wadah berhimpun seperti koperasi. Wadah sejenis ini penting guna menaungi usaha. Terutama menyangkut kestabilan harga saat panen raya.

Kestabilan harga teramat penting mengingat harga komponen biaya produksi yang juga terus meningkat. Mai dari harga bibit, obat-obatan pestisida dan tenaga buruh tani.

Saat normal, harga bunga melati Rp 6.000-8.000 per cangkir (cangkir belimbing atau seukiran cangkir kecil kopi). Tapi, saat jeblok cuma Rp 500 per cangkir. Sedangkan saat harga mahal bisa mencapai Rp 20 ribu per cangkir.

Kasi Pembinaan Mutu Pengolahan dan Pemasaran Dinas TPH Banjar Ida Fitriani mengatakan pada luasam setengah hektare, kebun melati bisa menghasilkan sekitar 20 kilogram bunga.

Saat ini sebanyak 95 orang petani yang tersebar di lima desa di dua kecamatan (Karangintan dan Martapura). Total luasan saat ini sekitar 21,58 hektare dengan rata-rata produksi 58 kilogram per hektare.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved