Berita Banjarbaru

Longsor di Penambangan Pumpung Satu Warga Tewas, Lurah: Saat Ini Jangan Lakukan Penambangan

Musibah tanah longsor di pendulang pasir di kawasan Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru menjadi targedi

Longsor di Penambangan Pumpung Satu Warga Tewas, Lurah: Saat Ini Jangan Lakukan Penambangan
Lurah Sungai Tiung untuk Banjarmasinpost.co.id
Musibah tanah longsor di pendulang pasir di kawasan Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Musibah tanah longsor di pendulang pasir di kawasan Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru menjadi targedi mematikan di awal tahun 2019.

Kecelakaan yang terjadi ini harus menjadi perhatian serius berbagai pihak agar tidak selalu terulang untuk sekian kalinya.

Lurah Sungai Tiung Putra Y Ariesandi mengatakan, seharusnya warga dalam musim hujan ini jangan melakukan aktifitas menambang atau mendulang.

"Kalau bisa mencari pekerjaan lain dulu seperti berkebun dan berternak saat musim penghujan," katanya, Senin, (21/1).

Bila pun harus turun menambang, dikatakannya warga harus lebih berhati-hati dan berhenti saat hujan turun.

Baca: BREAKING NEWS - Longsor di Pendulangan Intan, Pumpung Cempaka Banjarbaru, 1 Pendulang Tewas

Baca: Gerhana Bulan & Supermoon 2019 Malam Ini, Ustadz Abdul Somad Cerita Gerhana Zaman Rasulullah

Baca: Ahok Pasti Nikahi Bripda Puput Usai Bebas 24 Januari 2019, Polri Belum Terima Surat Permohonan Nikah


Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Debi Triyani membenarkan dengan peristiwa kecelakaan kerja di wilayah Pumpung Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.

"Peristiwa kecelakaan kerja terjadi pada Pukul 13.00 Wita. Korban bernama Muhammad Tauhid (32) warga kelurahan Cempaka," katanya.

Sebelum kejadian, korban yang bekerja sebagai pendulang pasir pada saat itu melakukan aktivitas menyedot tanah dengan situasi hujan.

Lalu korban pada saat itu tertimbun tanah longsor. Selanjutnya rekan korban melihat kejadian mencoba menyelamatkan korban yang tertimbun sekitar 20 menit didalam tanah.

"Saat korban dievakuasi, kondisi sudah lemah dan diangkat oleh saksi. Selanjutnya dibawa ke puskesmas untuk melakukan perawatan namun korban meninggal dunia di puskesmas Rawat Inap Cempaka," tambahnya. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved