Berita Banjarmasin

Ratusan KPM di Banjarmasin Hilang, 2019 Tersisa 14.939 Saja, 'Ada yang Merasa Sejahtera'

Pascapengecekan terakhir pada jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), ada 14.939 KPM

Ratusan KPM di Banjarmasin Hilang, 2019 Tersisa 14.939 Saja, 'Ada yang Merasa Sejahtera'
banjarmasinpost.co.id/acm
Ilustrasi: Penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Pascapengecekan terakhir pada jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), ada 14.939 KPM yang dapat program tersebut.

Disampaikan oleh Kabid Bantuan Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Kemiskinan Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Aep Ruhya angka itu sudah dikurangi dari jumlah awal yakni lebih dari 15.200 KPM.

"Berkurangnya KPM untuk PKH karena ada beberapa yang komponen syarat PKH nya telah hilang. Ada pula graduasi mandiri," ucap Aep, Senin (21/1/2019).

Ia mencontohkan, hilangnya komponen PKH semisal lulusnya anak dari KPM dari sekolahnya. Sementara graduasi mandiri dimaksudkan adanya KPM yang mengajukan diri untuk keluar karena sudah merasa sejahtera atau sukarela keluar.

Baca: Balasan Menohok Mulan Jameela Saat Cara Duduk Istri Ahmad Dhani Itu Dihujat Netizen

Baca: TKA Korea Selatan Tewas Tergantung di Tabalong, Imigrasi Kalimantan Selatan Cek Izin Korban

Baca: Sasirangan Eksklusif Seharga Rp 3 Juta Pun Tercipta, Ini Waktu yang Dibutuhkan Perajin Kadangan

Ada sembilan orang yang melakukan graduasi mandiri, sementara untuk komponen syarat PKH yang hilang mencapai 244. Data itu diperoleh setelah verifikasi langsung oleh petugas pada tahun 2019.

Namun ucap Aep, meski tidak mendapatkan PKH lagi, mereka yang tidak memenuhi syarat mendapatkan program tersebut masih ada Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sedangkan KPM yang melakukan graudasi mandiri masih dirangkul dengan bantuan melalui program Kube atau WUB. Dalam artian dibantu untuk jalannya usaha mereka.

Aep mengatakan pencairan dana PKH masih belum diketahui kapan pastinya. Namun diperkirakan akan berlangsung pada semester awal pula saat tahap satu. Terlebih saat ini ujarnya pencairan masih di proses oleh pemerintah pusat, khususnya untuk administrasi.

Ditambah lagi pada tahun 2019 ini ujar Aep, uang PKH akan berubah, yaitu disesuaikan dengan tingkat kemiskinan atau tingkat usia. Diperkirakan olehnya pula hal itulah yang sedikit memperlambat proses administrasi dan pengecekan data. Terlebih data KPM yang ada untuk seluruh Indonesia.

Sementara jumlah yang terdaftar untuk PKH berdasarkan basis data terpadu ucap Aep mencapai 39.536 KPM. Namun dari data itu ada yang angat miskin, hampir miskin dan rentan miskin. Sehingga tidak semua KPM harus masuk atau mendapatkan program PKH.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved