Berita Banjarmasin

TKA Korea Selatan Tewas Tergantung di Tabalong, Imigrasi Kalimantan Selatan Cek Izin Korban

Mayat seorang laki-laki inisial OSS (54), tenaga kerja asing (TKA) asal Korea Selatan ditemukan dalam kondisi tergantung dengan sebuah kabel.

TKA Korea Selatan Tewas Tergantung di Tabalong, Imigrasi Kalimantan Selatan Cek Izin Korban
Humas Polres Tabalong
Rumah korban di Perumahan Proper Green Village Blok. B6 No. 23 Kelurahan Mabuun Rt 19 Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong dipasangi garis polisi, Senin (21/01/2019) jam 08.05 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mayat seorang laki-laki inisial OSS (54), tenaga kerja asing (TKA) asal Korea Selatan ditemukan dalam kondisi tergantung dengan sebuah kabel.

Korban ditemukan pertama kali oleh sopir yang biasanya menjemput korban setiap pagi.

Korban ditemukan di tempat tinggalnya di Perumahan Proper Green Village Blok. B6 No. 23 Kelurahan Mabuun Rt 19 Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Senin (21/01/2019) pagi.

Karena TKA tersebut Asal Korea Selatan, Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan, Dodi Karnida kepada reporter banjarmasinpost.co.id mengatakan Kanim Banjarmasin akan mengecek izin tinggal WN Korea Selatan tersebut apakah pernah mengeluarkan izin tinggal.

Baca: BREAKING NEWS - Tabalong Geger, Mayat TKA Korea Selatan di Perumahan Mewah, Kondisinya Mengenaskan

Baca: VIDEO TKA Korea Selatan Ditemukan Tewas Tergantung di Tabalong, Ada Pisau Berdarah di Kamar

Baca: Geger Penemuan Mayat TKA Korea Selatan di Rumah Mewah Tabalong, Ada 2 Pisau Berdarah di Tempat Tidur

"Apabila ya, maka dengan arsip yang ada, membuat laporan kejadian kepada kami. Apabila Tidak, maka berkordinasi dengan perusahaan tempat korban bekerja untuk mengetahui dari Kanim mana izin tinggal diperoleh" Katanya.

Masih menurut Dodi, jika korban akan dikuburkan di Korea dan jenazahnya diterbangkan via Bandara Internasional maka Imigrasi Bandara Internasional atas dasar surat kematian dari Kepolisian dan Rumah Sakit, mencatat identitas korban untuk dilaporkan kepada pimpinannya serta menginformasikan secara tertulis ke Kanim tempat izin tinggal dikeluarkan agar izin tinggalnya dibatalkan.

Diketahui Korban OSS (54) di Kabupaten Tabalong bekerja sebagai Manager Commissioning and Operation di PT Tanjung Power Indonesia yang merupakan perusahaan PLTU di Tabalong.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved