Berita Olahraga

Atletnya Gagal Seleknas Sea Games Catur, PB Percasi Fokus Persiapan PraPon

Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggelar seleksi nasional (Seleknas) Sea Games XXX/2019 Manila di sekolah catur Utut

Atletnya Gagal Seleknas Sea Games Catur, PB Percasi Fokus Persiapan PraPon
net
Catur

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggelar seleksi nasional (Seleknas) Sea Games XXX/2019 Manila di sekolah catur Utut Adianto, Bekasi, Jawa Barat, pada 27-29 Januari 2019 ini.

Sayang dari 20 pecatur yang ikut dipanggil tidak ada satu pun nama pecatur dari Percasi Kalimantan Selatan yang tercantum.

Sekretaris Percasi Kalsel, Syarief mengatakan memang untuk atlet catur Kalsel tidak diundang karena saat Kejurnas catur di Aceh kalah bersaing dengan DKI Jakarta.

"Kita hanya berhasil meraih satu perunggu atas nama Nishfa Dayyana Rahmah dari HSU," kata Syarief.

Selain itu lanjut Syarief pihaknya juga dapat gelar Master Percasi atas nama Dwi Rangga dari Banjarbaru.

Baca: Deretan 27 Nama Artis Terjerat Prostitusi Online Selain Vanessa Angel, Ada Finalis Puteri Indonesia

Baca: Kedekatan Nikita Mirzani dan Vicky Nitinegoro Dibagi Billy Syahputra, Calon Pengganti Dipo Latief?

Baca: Beda Perlakuan Al Ghazali pada Adiknya dari Anak Mulan Jameela & Maia Estianty Diposting Ahmad Dhani

Baca: Kedekatan Nikita Mirzani dan Vicky Nitinegoro Dibagi Billy Syahputra, Calon Pengganti Dipo Latief?

Baca: Penjelasan Hotman Paris Soal Fakta Kedekatan dengan Habib Rizieq Shihab, Juga Dukungan Pilpres 2019

Dalam ajang Kejurnas Catur ke- 47 2018 di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, 10-16 Oktober lalu, Kalsel menerjunkan Dwi Rangga (Banjarbaru), Ruspiah (Tabalong), Ahmad Fauzi (Banjarbaru), Ahmad Sabana Nur (Tanbu), Rizka Aulia Rahmi (HSU), Ramia Nisa (HST), M Fakhri Aini (Banjarmasin), Xandra PR (Tanbu), dan H Ambiya (Banjarmasin).

“Mereka akan tampil pada berbagai kategori pertandingan. Yakni, mulai junior A hingga junior E, serta kategori tanpa batasan usia, terbuka tanpa batasan usia, serta veteran,” kata Syarief.

Terkait kegagalan itu, Syarief menjelaskan setelah pulang dari Aceh, Percasi Kalsel melakukan evaluasi, sebenarnya bertanding pada waktu itu bagus semua.

"Atlet kita cuma karena di Kalsel kurang jam terbang tanding catur standart waktu bermain 1.30 menit/orang akhirnya pada babak akhir babak ending pemain kita kurang focus, jenuh jadi mudah dikalahkan dan faktor kelelahan," lanjut dia.

Jadi untuk kedepan Pengprov Percasi Kalsel yang diketua oleh H.Muhammad Amin.MT fokus pada persiapan PRA-Pon dan untuk atletnya sudah memilah lebih kepada atlet senior muda berprestasi di Kalsel.

"Sementara kami latihan rutin di sekretariat di Simpang Ada Banjarmasin," pungkas dia.

Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved