Berita Tanahbumbu

Kacab Pelni Batulicin Tunggu Kapal Diserahkan, Terkait Pelayaran ke Pulau Sembilan

Aman pelayaran bagi kapal dioperatori PT Pelni, tujuan Pulau Sembilan bukan berarti karena tidak terjadi cuaca ekstrem kerap terjadi di perairan laut.

Kacab Pelni Batulicin Tunggu Kapal Diserahkan, Terkait Pelayaran ke Pulau Sembilan
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
KM Sabuk Nusantara 55 saat terperangkap di karang 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Batulicin, Kabupaten Tanahbumbu Purwadi menyatakan, saat ini transportasi pelayaran menggunakan kapan perintis ke Pulau Sembilan 'aman'.

Aman pelayaran bagi kapal dioperatori PT Pelni, tujuan Pulau Sembilan bukan berarti karena tidak terjadi cuaca ekstrem kerap terjadi di perairan laut Jawa tersebut.

Namun belum berlayarnya KM Sabuk Nusantara 93--pengganti Sabuk Nusantara 55--dengan rute Kotabaru, Batulicin ke Pulau Sembilan serta Mejene, Sulawesi Barat.

Belum beroperasi Sabuk Nusantara 93 yang sejak dua hari masih stanbai di perairan Kotabaru, menurut Purwadi kepada banjarmasinpost.co.id, karena belum diserah terimakan ke PT Pelni selaku operator.

"Kapal diserahkan Kementerian ke galangan, dari galangan ke KSOP (Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan). Dari KSOP menyerahkan ke operator (Pelni) baru kita jalan. Begitu mekanismenya," jelas Purwadi.

Baca: Kapal Perintis KM Sabuk 99 Tunda Berlayar, Transportasi ke Pulau Sembilan Terancam Lumpuh

Baca: Pengumuman KemenPan-RB! 100 Ribu lowongan CPNS Dibuka Maret 2019, untuk Kalsel?

Baca: Lagi, Ivan Gunawan Beri Sinyal Kedekatan dengan Ibunda Bilqis Ayu Ting Ting, Minta Jangan Baper

Terlebih, Purwadi belum bisa memastikan kapan kapal perintis dioperasikan, karena masih menunggu dari kementerian.

"Tapi bisa juga ditanyakan ke KSOP," seru Purwadi kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (22/1/2019).

Disinggung cuaca ekstrem beberapa hari ini kerap terjadi di perairan Kotabaru, Purwadi tidak menepis.

"Jika dipandang ekstrem pemberitahuan dikeluarkan BMKG dan KSOP. Seluruh pelayaran akan mematuhinya. Serta dipandang tidak aman untuk keselamatan, pasti kami (Pelni) juga tidak izinkan berlayar," pungkas Purwadi.

Kepala KSOP Kotabaru YK Te'dang dikonformasi, mengatakan pihaknya tidak terlibat dalam hal pengoperasian perintis. Akan tetapi hanya sebagai yang melakukan pengawasan.

Menurut Te'dang, selaku operator Pelni menunggu pengoperasian secara menyeluruh dari pihak Dirjen Perhubungan Laut.

"Jasi KSOP Kotabaru hanya sebagai pengawas," katanya

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved