Keunikan Masjid Lancip di Amuntai

Lantai Masjid Lancip Ternyata Didatangkan dari Singapura

Masjid Assu'ada di Desa Waringin Kecamatan Haur Gading HSU ini sempat menjadi gedung megah pada masanya

Lantai Masjid Lancip Ternyata Didatangkan dari Singapura
banjarmasin post group/ reni kurnia wati
Suasana mimbar atau bagian dalam Masjid Lancip di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Masjid Assu'ada di Desa Waringin Kecamatan Haur Gading HSU ini sempat menjadi gedung megah pada masanya.

Bangunan pertama yang semula bertipe lantai panggung, ketika dibangun kembali di lokasi kedua lantainya tidak lagi ulin melainkan dengan ubin yang didatangkan dari Singapura.

Pada waktu itu, sebagian penduduk Waringin dan sekitarnya ada yang berprofesi sebagai pedagang antar pulau.

Mereka berlayar hingga sampai ke pulau Jawa, Sumatera, bahkan Singapura dan Semenanjung Malaya, sehingga ketika kembali ke kampung halaman mereka membawa barang dagangan, atau bahan yang diperlukan untuk pembangunan masjid seperti ubin, dan lain sebagainya.

Baca: Daftar Inisial 21 Artis Diduga Terkait Prostitusi Online Artis FT Vanessa Angel Diungkap Polda Jatim

Baca: Ahok dan Bripda Puput Tak Pacaran, Tapi Bakal Menikah Dekat Hari Valentine? Ini Kata Sahabatnya

Baca: Jadwal Haul Habib Basirih dan Penjelasan Panitia Saat Pelaksanaan Dikaitkan dengan Partai & Paslon

Baca: Raline Shah Ungkap Kedekatannya dengan Suami Nikita Mirzani, Dipo Latief, Sempat Berada di Jepang

Baca: Cuaca Kalsel Hari Ini Selasa (22/1), 2 Daerah Berpotensi Hujan Petir Sejak Siang, Ini Imbauan BMKG

Selain tokoh ulama dan sekaligus pendiri masjid yakni H Abdul Gani yang lahir di Alabio, tokoh ulama lainnya yang berperan terhadap masjid ini adalah H. Nawawi, H Durahman dan H Marhusin di Waringin, serta H Mahmudin dari Tengkawang.

Mereka adalah juga tokoh ulama yang berperan penting dalam kegiatan ibadah sholat, pengajian, dan dakwah kepada masyarakat Waringi, Haur Gading, Tengkawang dan sekitarnya.

Masjid ini merupakan masjid tertua dan satu-satunya di Waringin, dan Haur Gading. Waringin, dahulunya terdiri dari berbagai desa seperti Waringin, Tengkawang, Teluk Haur, dan Tuhuran.

Sedangkan Haur Gading juga terdiri dari beberapa desa yakni Haur Gading, Keramat, Jingah Bujur, Pulutan, dan Tambak sari Panji. Waringin dan Haur Gading, dahulunya hanya punya satu masjid yakni Masjid Assu’ada Waringin. (banjarmasinpost.co.id/ reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved