Penghapusan SKTM

Penghapusan SKTM Diduga karena Penyalahgunaan, Begini Dampaknya ke Warga Tak Mampu

Suriansyah, tokoh masyarakat di RT 9, mengatakan SKTM tidak berlaku lagi karena disinyalir adanya penyalahgunaan dari warga mampu.

Penghapusan SKTM Diduga karena Penyalahgunaan, Begini Dampaknya ke Warga Tak Mampu
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (22/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Suriansyah, tokoh masyarakat di RT 9, mengatakan SKTM tidak berlaku lagi karena disinyalir adanya penyalahgunaan dari warga mampu.

“Sayangnya peniadaan SKTM itu tidak dibarengi dengan KIS. Ini membuat warga tidak mampu kebingungan ketika berobat ke rumah sakit,” ujarnya.

Suriansyah meminta pemerintah segera mendistribusikan KIS atau KIP kepada warga yang benar-benar memerlukan.

"Harus didata lagi dan benar-benar mendatanya. Benar-benar warga tidak mampu yang mendapatkan. Pendataan harus dilakukan dari orang benar-benar punya kompeten dengan didampingi ketua RT sebagai penunjuk. Jadi tahu," ujar Suriansyah.

Baca: SKTM Sudah Tak Berlaku, Sudah 5 Bulan Dapat KIS, Syamsul Malah Tak Tahu Manfaatnya

Baca: Tudingan Nia Ramadhani Kebohongan Kriss Hatta Soal Hilda Vitria yang Kini Jadi Pacar Billy Syahputra

Baca: Penampakan Nagita Slavina & Paula Verhoeven Berhijab, Istri Raffi Ahmad & Baim Wong Kian Bersinar?

Baca: Daftar Inisial 21 Artis Diduga Terkait Prostitusi Online Artis FT Vanessa Angel Diungkap Polda Jatim

Baca: Raline Shah Ungkap Kedekatannya dengan Suami Nikita Mirzani, Dipo Latief, Sempat Berada di Jepang

Ketua RT 9 RW 2, Kelurahan Kotabaru Tengah, Mahlan, mengatakan sebelum menjabat ketua RT dia pernah diminta pihak kelurahan membagikan KIS kepada warga.

Jumlahnya sekitar 20 orang.

"Waktu itu saya hanya diminta kelurahan membagikan. Tidak pernah juga menanyakan apakah bisa digunakan atau tidak," ujar Mahlan.

“Bahkan, setahun lalu saya pernah diminta mendata kembali warga yang tersisa. Karena masih ada tersisa kuota. Tapi sudah setahun belum keluar-keluar juga," tambahnya.

Mahlan pun bingung ketika ada warganya yang sakit, sementara belum memiliki KIS pengganti SKTM.

"Ya mungkin sama dengan rukun kematian. Bila ada warga yang sakit, dimintakan sumbangan ke warga-warga. Terpaksa begitu," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved