Berita Banjarbaru

Penting Diketahui, Aplikasi Antrean Paspor Versi 1 Sudah Tak Bisa Digunakan, Simak Penjelasannya

Sistem Antrean Permohonan Paspor Secara Online versi terbaru yaitu APAPO Versi 2.0 bakal dicanangkan pada puncak Peringatan Hari Bakti Imigrasi

Penting Diketahui, Aplikasi Antrean Paspor Versi 1 Sudah Tak Bisa Digunakan, Simak Penjelasannya
Foto kanim Banjarmasin
pelayanan paspor simpatik 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sistem Antrean Permohonan Paspor Secara Online versi terbaru yaitu APAPO Versi 2.0 bakal dicanangkan pada puncak Peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-69 tanggal 26 Januari 2019 nanti.

Terkait hal ini per tanggal 21 Januari aplikasi antrean paspor Versi 1.0 tak lagi bisa digunakan.

"Per tanggal 21 januari aplikasi antrian paspor V.01 tidak dapat lagu digunakan karena sudah dialihkan ke aplikasi antrean online V2.0," ucap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Syahrifullah, Selasa (22/1).

Dodi Karnida Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan menambahkan dengan sistem antrean terbaru ini diharapkan masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman lagi karena prinsip dari sistem antrean ini adalah memberikan waktu yang nyaman (hari dan jam pelayanan) untuk dipilih oleh pemohon sehingga antrean pemohon di kantor-kantor imigrasi pun menjadi tidak membludak karena antrean pemohon dalam setiap jam dibatasi.

Baca: Sahabat Baim Wong, Wulan Guritno Posting Tanda-tanda Ini, Benarkah Paula Verhoeven Hamil?

Baca: Pembelaan Gisella Anastasia pada Gading Marten soal Gosip Kedekatan dengan Julie Estelle

Baca: Penjelasan Resmi Hotman Paris Soal Kedekatan dengan Habib Rizieq Shihab, Juga Dukungan Pilpres 2019

Baca: Nikita Mirzani Dilaporkan 4 Orang, Ada Sajad Ukra dan Kasus Gugatan Cerai dengan Dipo Latief

Baca: Daftar Inisial 21 Artis Diduga Terkait Prostitusi Online Artis FT Vanessa Angel Diungkap Polda Jatim

Sistem antrean ini berlaku untuk permohonan paspor baru maupun penggantian dan dapat didownload di Google Play (Play Store) dengan keyword Layanan Paspor Online atau browsing internet dengan alamat https://antrian.imigrasi.go.id/LayananBeta.

"Jika pemohon paspor tidak melakukan pendaftaran permohonan secara online, maka tidak akan dilayani," katanya.

Adapun persyaratan untuk memohon paspor baru harus membawa asli dan fotokopi KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran atau Akta Perkawinan atau Buku Nikah atau Ijazah yang di dalamnya terdapat nama orangtua atau Surat Baptis, serta Paspor Lama (jika telah memiliki paspor).

Adapun syarat tambahan yaitu semua dokumen persyaratan harus memuat nama jelas, tempat, tanggal, bulan dan tahun lahir; serta memuat nama orangtua.

Bagi pemohon paspor tujuan bekerja, wajib melampirkan Surat Rekomendasi dari Disnaker.

Bagi pemohon paspor tujuan umroh/haji, wajib melampirkan Surat Rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama dan Biro Jasa/Travel Umroh/Haji.

Bagi Pelaut, wajib melampirkan Buku Pelaut (Seaman Book) dan dokumen Basic Safety Training (BST).

Ada 2 jenis paspor yang semuanya memiliki derajat yang sama dan berlaku selama 5 tahun yaitu paspor 48 halaman seharga Rp. 355.000 dan 24 halaman seharga Rp. 155.000 yang pembayarannya hanya dapat dilakukan di ATM Bank atau Kantor Pos.

Sedangkan untuk paspor 48 halaman sendiri atau jenis lain yaitu paspor yang mengandung chips (e-paspor) sehingga kepada pemiliknya bisa mendapatkan fasilitas bebas visa ke berbagai negara seperti ke Jepang selama 15 hari.

Tarif paspor ini adalah Rp. 655.000 dan hanya dapat dikeluarkan dari Kanim di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Batam, Surabaya dan Denpasar.

Khusus bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), jika memilih paspor 24 halaman maka tarif paspor barunya hanya Rp. 55.000.- dan Rp. 155.000 untuk paspor pengganti.

Harga sebesar Rp. 55.000 itu adalah untuk biaya teknologi biometrik sehingga jika Calon PMI memohon paspor baru dan hanya dikenakan harga Rp. 55.000.- itu artinya Imigrasi memberikan buku paspor secara gratis kepada Calon PMI yaitu mereka para WNI yang akan mencari nafkah di luar negeri.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved