Berita Banjarbaru

Siang ini WhatsApp Batasi 'Forward Message'

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut pembatasan penerusan pesan (forward message) WhatsApp di Indonesia mulai berlaku hari ini

Siang ini WhatsApp Batasi 'Forward Message'
shutterstock
Ilustrasi WhatsApp. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut pembatasan penerusan pesan (forward message) WhatsApp di Indonesia mulai berlaku hari ini, Selasa 22 Januari 2019 pukul 12.00 WIB.

Pembatasan penerusan pesan ini dilaksanakan untuk mengurangi penyebaran hoaks melalui WhatsApp.

Hal pembatasan penerusaan pesan (messege forwarding) ini merupakan inisiatif yang akan digelontorkan WhatsApp di seluruh dunia.

WhatsApp menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar yang diprioritaskan untuk menekan jumlah hoaks karena jumlah pengguna yang besar.

Di negara ini, jumlah pengguna aktif bulanan WhasApp (monthly active users -MAU) mencapai angka 1,5 miliar.

Baca: Pembelaan Gisella Anastasia pada Gading Marten soal Gosip Kedekatan dengan Julie Estelle

Baca: Ahok dan Bripda Puput Tak Pacaran, Tapi Bakal Menikah Dekat Hari Valentine? Ini Kata Sahabatnya

Baca: Raline Shah Ungkap Kedekatannya dengan Suami Nikita Mirzani, Dipo Latief, Sempat Berada di Jepang

Baca: Nikita Mirzani Dilaporkan 4 Orang, Ada Sajad Ukra dan Kasus Gugatan Cerai dengan Dipo Latief

Baca: Daftar 21 Artis Terlibat Prostitusi Online Selain Vanessa Angel dan Eks 2 Finalis Puteri Indonesia

Di daerah, kebijakan ini dipandang Kepala Diskominfo Kota Banjarbaru Johan Arifin, kemajuan teknologi, seperti pisau bermata dua, jika digunakan untuk hal yang positif kemanfaatan yang akan didapat, tapi jika sebaliknya kerugian yang akan didapat.

"Dalam hal ini Kemudahan dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi melalui beberapa aplikasi, salah satunya whatsApp pun demikian. Dari sisi pemanfaatan untuk hal yang negatif, sebenarnya ini berlaku secara global, tidak hanya di Indonesia," katanya.

Dia mengikuti sekali perkembangan informasi terkait ini.

Menurutnya, yang jadi sorotan sebelimnya, adalah penyalahgunaan pesan berantai yang tak bertanggungjawab dan menyebabkan kematian orang yang tidak bersalah di India.

India merupakan negara pemakai aplikasi whatsApp terbesar dalam meneruskan foto, video dan chat tanpa bisa dideteksi yang positif dan negatif.

"Sehingga kebijakan untuk pembatasan pesan terusan disana dibatasi, juga di Austria, dan negara lain, untuk meminimalisir penyebaran hoax. Di Indonesia pun, untuk mengantisipasi hal-hal negatif, langkah pembatasan itu juga diberlakukan," katanya.

Mengenai pembatasan hal tersebut yang juga berdampak terbatasinya juga informasi dalam hal positif dalam komunikasi menyangkut pekerjaan,"mau tidak mau ya harus dicari cara lain agar pesan tersebut tetap dapat tersalur dengan mekanisme yang bagi pengembang whatsApp ada solusi untuk itu," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved