Jembatan Rusak

Sulit Mencari Kelotok, Harus Mengayuh Sepeda, Siswa Memakan Waktu 1 Jam Sampai di Sekolah

Guru SMPN 1 Tabunganen, Syaiful, merasa prihatin dengan hilangnya jembatan kayu itu.

Sulit Mencari Kelotok, Harus Mengayuh Sepeda, Siswa Memakan Waktu 1 Jam Sampai di Sekolah
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (22/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Guru SMPN 1 Tabunganen, Syaiful, merasa prihatin dengan hilangnya jembatan kayu itu.

“Saya prihatin dan sedih. Siswa SMPN 1 Tabunganen dari Desa Karya Baru ada sekitar 50 orang. Hari ini saja (Senin) banyak sekali siswa yang terlambat, karena jembatan yang sering mereka lewati hilang terbawa arus sungai,” ujarnya.

Baca: Penampakan Nagita Slavina & Paula Verhoeven Berhijab, Istri Raffi Ahmad & Baim Wong Kian Bersinar?

Baca: Tudingan Nia Ramadhani Kebohongan Kriss Hatta Soal Hilda Vitria yang Kini Jadi Pacar Billy Syahputra

Baca: Raline Shah Ungkap Kedekatannya dengan Suami Nikita Mirzani, Dipo Latief, Sempat Berada di Jepang

Baca: Daftar Inisial 21 Artis Diduga Terkait Prostitusi Online Artis FT Vanessa Angel Diungkap Polda Jatim

Syaiful mengatakan, jam masuk sekolah pukul 07.30 Wita.

Dengan hilangnya jembatan itu, rata-rata siswa asal Karya Baru masuk ke sekolah pukul 08.30 Wita.

“Alasan, mereka harus mengayuh sepeda sejauh 10 kilometer untuk menuju SMPN 1 Tabunganen. Kami bisa memaklumi kondisi keterlambatan masuk kelas ini, karena siswa kesulitan mencari kelotok,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved