B Focus Banua Anam

Ini Alasan Pengrajin Hanya Memproduksi Kopiah Jangang Sesuai Pesanan

KEBERADAAN perajin kopiah Jangang di Kalsel ini hanya satu-satunya di Kabupaten Tapin, yang tersebar di beberapa desa

Ini Alasan Pengrajin Hanya Memproduksi Kopiah Jangang Sesuai Pesanan
BPost Cetak
B Focus Banua Anam edisi cetak Rabu (23/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TAPIN - KEBERADAAN perajin kopiah Jangang di Kalsel ini hanya satu-satunya di Kabupaten Tapin, yang tersebar di beberapa desa, di wilayah Kecamatan Candi Laras Utara.

Kendala kopiah berbahan akar jangang tidak diproduksi dalam jumlah banyak, karena ukurannya harus sesuai dengan ukuran kepala pembeli.

"Jika tidak pas atau berbeda tidak laku, produksi kopiah jangang stagnan. padahal harganya ratusan ribu. Modal pengrajin juga sedikit, tentunya tidak dapat memprodukai dalam jumlah banyak," kata Kusumajaya, Kepala Bidang Perizinan dan Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Tapin, Senin (21/1).

Kepada reporter Banjarmasin Post, Kusumajata mengatakan, kopiah jangang itu hanya diproduksi pengrajin secara terbatas sesuai pesanan.

Baca: Penjelasan Resmi Pemerintah & Yusril Ihza Soal Polemik Pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir

Baca: Mulan Jameela Sebut Soal Rukyah Saat Disinggung Masalah Ahmad Dhani, Mantan Maia Estianty

Baca: Geramnya Hotman Paris Saat Dituduh Minta Honor di Kasus Pesawat Lion Air Jatuh, Cek Klarifikasinya

Baca: Respons Najwa Shihab Saat Disebut Berafiliasi oleh Kubu Prabowo Jelang Debat Pilpres 2019, Marah?

Baca: Sering Ditampilkan Pada Pameran, Begini Awetnya Kopiah Jangang, Jangan Heran Bila Harganya pun Mahal

Dinas Perdagangan Kabupaten Tapin juga terbatas anggaran kalau membeli kopiah jangang dalam jumlah banyak.

"Setiap promosi hasil pengrajin daerah Tapin, tetap kami bawa koleksi kopiah Jangang itu dalam setiap pameran. Cuma tidak banyak," ujarnya.

Pengalaman Kusumajaya, setiap pameran, kopiah Jangang yang dibawanya itu laku karena dibeli warga Banua Kalimantan Selatan yang tinggal diperantauan.

"Sebagian besar itu setelah melihat, mencoba tidak membeli begitu disebut harganya ratusan ribu. Padahal, sudah kami jelaskan kalau menggunakan kopiah jangang itu kepala terasa dingin dan tak merasa karena ringan," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved