Berita Banjarmasin

Jembatan Alalak Ditutup Mulai 25 Februari, Jalur Alternatif Diumumkan Setelah Simulasi Lalin

Tahapan proyek pembangunan Jembatan Sei Alalak penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus berlanjut.

Jembatan Alalak Ditutup Mulai 25 Februari, Jalur Alternatif Diumumkan Setelah Simulasi Lalin
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (23/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tahapan proyek pembangunan Jembatan Sei Alalak penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus berlanjut.

Jembatan yang juga sering disebut Jembatan Kayu Tangi Ujung itu nantinya akan ditutup mulai Senin (25/2) untuk proses pembangunan jembatan baru.

Namun, saat ini pihak berwenang belum menetapkan secara pasti peta jalur alternatif lalu lintas dengan ditutupnya Jembatan Kayu Tangi Ujung.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel I BBPJN XI Banjarmasin, Syahriliansyah menjelaskan, peta jalur alternatif akan diumumkan setelah pelaksanaan simulasi lalu lintas.

Hal ini dijelaskan Syahriliansyah usai rapat tindak lanjut hasil survei lalu lintas dalam rangka rekayasa untuk pengalihan jalur lalu lintas dari Batola maupun Banjarmasin akibat pembangunan Jembatan Alalak bersama berbagai pihak terkait.

Baca: KalselPedia : Sejarah Mawarung Baimbai di Sungai Jingah, Kota Banjarmasin Provinsi Kalsel

Baca: 5 Fakta Pondok Gangguan Jin di Banjarbaru, Santri Luar Negeri, Pawang dan Manfaat untuk Rumah Tangga

Baca: Reaksi Nia Ramadhani Saat Iis Dahlia Ingin Putrinya Menikah dengan Suami Selevel Ardi Bakrie

Baca: Mulan Jameela Sebut Soal Rukyah Saat Disinggung Masalah Ahmad Dhani, Mantan Maia Estianty

Rapat yang digelar di Aula Kantor BBPJN XI Banjarmasin, Selasa (22/1) ini juga dihadiri perwakilan di antaranya dari kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas PU, kontraktor proyek dan yang lainnya.

Simulasi lalu lintas akan dilakukan setelah proses pembenahan Jembatan Kayu Tangi II yang rencananya akan menjadi salah satu jalur alternatif selama proyek pembangunan Jembatan Sei Alalak dilakukan.

"Informasi dari Bina Marga PU Batola perbaikan Jembatan Kayu Tangi II itu jangka waktu 20 hari," kata Syahriliansyah.

Perbaikan Jembatan Kayu Tangi II direncanakan meliputi perbaikan oprit jembatan yang dinilai sudutnya masih cukup tajam dan adanya penurunan struktur tanah.

Perbaikan yang rencananya dilakukan dengan peninggian dan overlay aspal ini akan dimulai seminggu kedepan.

"Jadi tetap menunggu perbaikan jembatan dan nanti di rapat besar baru ditentukan peta jalur alternatif melihat hasil simulasi. Simulasi kan hanya satu hari jadi nanti bisa diputuskan setelah itu, melihat dimana ada kerawanan kemacetan," kata Syahriliansyah.

Selain itu, alternatif penambahan unit kapal feri untuk penyebrangan kendaraan khususnya roda dua dari Alalak ke Banjarmasin juga di pertimbangkan.

Syamsul, warga Handil Bakti, Kabupaten Batola, mengaku, sementara akan menginap di rumah kerabatnya di Jalan Cemara Ujung Banjarmasin hingga proyek pembangunan Jembatan Sei Alalak selesai.

Hal ini menurut Syamsul dilakukan untuk menghindari terjebak potensi kepadatan lalu lintas di jalur alternatif termasuk di Jembatan Kayu Tangi II nantinya.

"Jadi pindah sementara, supaya tidak melewati jembatan Kayu Tangi II dan kena macet. Karena biasanya berangkat dan pulang kerja di jam sibuk," kata Syamsul.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved