Jembatan Rusak

Jembatan Semakin Miring, Lantai Kayu Terus Berjatuhan, 49 Siswa SD dan TK Kesulitan Menuju Sekolah

Kondisi jembatan di RT 03 dan RT 07 Desa Karya Baru, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Batola, yang miring dan nyaris roboh sepanjang 225 meter

Jembatan Semakin Miring, Lantai Kayu Terus Berjatuhan, 49 Siswa SD dan TK Kesulitan Menuju Sekolah
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (23/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kondisi jembatan di RT 03 dan RT 07 Desa Karya Baru, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Batola, yang miring dan nyaris roboh sepanjang 225 meter, Selasa (22/1) pagi makin memprihatinkan.

“Iya makin memprihatinkan. Kami mendapatkan laporan hari ini (Selasa), dari Kepala UPT Dinas Pendidikan Tabunganen, Noor Ifansyah, sebanyak 40 siswa SD dan 9 siswa TK tak bisa melewati jembatan menuju sekolah karena lantai kayu terus berjatuhan ke sungai. Siswa tak berani melewati jembatan,” kata Kasi Kurikulum SD Dinas Pendikan Kabupaten Batola, Asmianyah, Selasa (22/1).

Menurut Asmi, terkait kendala siswa SD dan TK tak bisa melewati jembatan Karya Baru untuk pergi ke sekolah saat ini sedang dibahas dengan Kepala SDN Karya Baru dan Kepala UPT Dinas Pendidikan Tabunganen.

Baca: 5 Fakta Pondok Gangguan Jin di Banjarbaru, Santri Luar Negeri, Pawang dan Manfaat untuk Rumah Tangga

Baca: Reaksi Nia Ramadhani Saat Iis Dahlia Ingin Putrinya Menikah dengan Suami Selevel Ardi Bakrie

Baca: Mulan Jameela Sebut Soal Rukyah Saat Disinggung Masalah Ahmad Dhani, Mantan Maia Estianty

Baca: Laporan Penyebar Hoaks Pilgub dan Pilpres 2019 Diterima Polda Kalteng, Ini Penjelasan Polisi

Baca: Geramnya Hotman Paris Saat Dituduh Minta Honor di Kasus Pesawat Lion Air Jatuh, Cek Klarifikasinya

Dijelaskan Asmi, awalnya dinas pendidikan akan menempatkan guru atau pegawai UPT Dinas Pendidikan Kabupaten Tabunganen, untuk menjaga dan mengawasi anak-anak TK dan SD yang menyeberang di jembatan kayu miring dan nyaris roboh tersebut.

“Dengan laporan kayu jembatan terus berjatuhan ke sungai dan 40 siswa SD dan 9 siswa TK tak bisa menyeberang menuju SDN Karya Baru, maka kita akan laporkan ke Kepala Dinas Pendidikan Batola untuk langkah selanjutnya,” tegas Asmi.

Asmi juga berpikir ke depan akan menggagas adanya kelotok pelajar untuk mengangkut pelajar selama jembatan kayu makin hancur dan saat proses perbaikan dari Dinas Perkerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batola.

“Keberadaan kelotok sungai ini sedang kita bicarakan dengan Kepala UPT Kecamatan Tabunganen dan Kepala Desa Karya Baru,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved