Berita Kabupaten Banjar

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Hanyut di Sungai Pengaron Kabupaten Banjar, Ini Ciri-cirinya

Mayat tanpa identitas itu ditemukan di Desa Loktunggul RT 1 Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar pukul 08.30 Wita oleh dua orang petani, Rabu (23/1).

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Hanyut di Sungai Pengaron Kabupaten Banjar, Ini Ciri-cirinya
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Evakuasi mayat tanpa identitas ke kamar jenazah RSUD Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar, Selasa (23/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Bagi warga masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri pria umum sekitar 40 tahun, tinggi sekitar 155 sentimeter, bagian kepala agak botak, baju warna merah dan celana panjang training agar segera menghubungi Polsek Pengaron dan Polres Banjar.

Mengingat saat ini tim Inafis Polres Banjar dan Polsek Pengaron kesulitan melakukan identifikasi mayat karena alat dari Disdukcapil mengalami gangguan.

Mayat tanpa identitas itu ditemukan di Desa Loktunggul RT 1 Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar pukul 08.30 Wita oleh dua orang petani yang mau ke sawah, Rabu (23/1). Petani itu yakni Jailani (60) dan Rahamadi (32) keduanya warga Loktunggul RT 1 melihat mayat tanpa identitas itu hanyut di sungai dan melaporkannya ke Polsek Pengaron.

Selanjutnya anggota Polsek Pengaron dibantu masyarakat mengevakuasi membawa ke Puskesmas Pengaron untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Reperum. Anggota Polsek Pengaron bersama Inafis Polres Banjar melalukan olah TKP, selesai langsung membawa ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar.

Baca: Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Desa Damit Batuampar, Ada Sepeda Motor DA 6703 . . .

Baca: Berlangsung! Live Usee TV Prime Live Streaming Barito Putera vs PSS Sleman Piala Indonesia

Baca: Hasil Barito Putera vs PSS Sleman Piala Indonesia : Gol Heading Buat Barito Sementara Tertinggal

Setibanya di RSUD Ratu Zalecha Kabupaten Banjar, mayat tidak langsung diturunkan dari mobil ambulans, nampak Kanit Reskrim Polsek Pengaron Aipda Ibnu Ismanto dan Kaur Inafis Polres Banjar, Aipda Heri Purwanto bekoordinasi.

Selang 30 menit, barulah mayat tanpa identitas itu diturunkan dari mobil ambulans dan langsung dimasukan dalam kamar jenazah. Kepolisian tidak bisa langsung melakukan identifikasi dikarenakan alat di Disdukcapil mengalami gangguan.

Kapolsek Pengaron melalui Kanit Reskrim Polsek Pengaron, Aipda Ibnu Ismanto mengatakan, sampai saat ini belum ada orang yang mengenal korban ataupun mengetahui identitasnya. Pihaknya telah mengambil sidik jari, akan tetapi tidak diketahui identitasnya, karena mengalami gangguan alat di disdukcapil.

“Gangguan disdukcapil secara nasional sehingga kami tidak bisa melakukan identifikasi,” katanya ditemui di ruang jenazah RSUD Ratu Zalecha.

Baca: Link Live Streaming Detik-detik Ahok Bebas dari Penjara di Youtube Panggil Saya BTP

Baca: Hasil Barito Putera vs PSS Sleman Piala Indonesia : Samsul Arif Ubah Skor Babak Pertama Jadi 1-1

Baca: NEWSVIDEO : 17 Kg Sabu Rp 25,5 Miliar dan 145 Butir Ekstasi Dimusnahkan di Mapolresta Banjarmasin

Dia menjelaskan hasil pemeriksaan mayat oleh dokter Puskesmas Pengaron bahwa kondisi mayat diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam. Terdapat lebam mayat dibagian dada keatas, keluar kotoran dari dua lubang dubur dan kelamin, keluar darah dari mata dan telinga serta hidung.

Terdapat luka sobek kecil pada bagian daun telinga sebelah kanan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Bahwa berdasarkan keadaan mayat diatas, dokter yang memeriksa menyimpulkan bahwa kematian lebih dari 24 jam dan kemungkinan disebabkan karena tenggelam. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved