Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO: Terkena Proyek Pembuatan Siring Warga Simpangan Pengambangan Bongkar Rumah Mereka

Rumah-rumah di kawasan tersebut berada tepat di bantaran sungai. Bisa dikatakan keberadaan bangunan sebelumnya ada di zona hijau Kota Banjarmasin.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana Pemko Banjarmasin untuk membuat jalan dan siring di Jalan Simpang Pengambangan, Kelurahan Pengembangan, RT 28 Banjarmasin Kalsel nampaknya disambut baik oleh warga setempat. Bahkan sejak beberapa waktu lalu, warga yang terdampak pembebasan lahan mulai merubuhkan rumah mereka.

Dari pantauan Banjarmasinpost.co.id, Rabu (23/1/2019), sejumlah warga nampak sibuk membongkar rumah. Sementara beberapa bangunan lainnya sudah dibongkar.

Rumah-rumah di kawasan tersebut berada tepat di bantaran sungai. Bisa dikatakan keberadaan bangunan sebelumnya ada di zona hijau Kota Banjarmasin. Namun oleh pemerintah, warga terdampak mendapatkan ganti untuk hak bangunan.

Deburan air sungai terlihat terus naik ke jalan di kawasan tersebut. Bahkan beberapa bagian jalan yang mengalami gerusan, atau hentakan malah banjir. Sehingga warga mengalami kendala untuk melintas.

Baca: Uang Jajan Putra Maia Estianty, Dul Jaelani dari Irwan Mussry Terungkap, Sama dengan Ahmad Dhani?

Baca: Ada Hak Asuh Gempita, 3 Fakta Gisella Anastasia dan Gading Marten Diputus Resmi Bercerai

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming RCTI Persija Jakarta vs 757 Kepri Jaya di Piala Indonesia 2018

Baca: NEWSVIDEO : Siring Jalan Datu Daim Kelurahan Karang Jawa Pelaihari Longsor Setelah Sungai Dikeruk

Sementara itu disampaikan oleh Ketua RT 28, Kelurahan Pengambangan, Banjarmasin, Kalsel, Suriansyah, adanya program tersebut sangat membantu warganya.

Terlebih ia sadari rumah warga di bantaran sungai itu lahannya milik pemerintah. Karena memang tidak diperbolehkan adanya rumah di atas sungai.

"Ini prosesnya sudah sejak satu tahun lalu. Sekarang warga juga sudah mengambil uangnya dan yang diganti harga bangunan bukan lahan. Karena di pinggir sungai itu jalur hijau milik pemerintah," ucap Suriansyah.

Ada sekitar 10 unit rumah dari warganya yang terdampak. Pergantian bangunan pun diutarakan Suriansyah diberikan harga yang berbeda. Ada yang sekitar 40 juta hingga 170 juta. Tergantung besar kecilnya rumah.

Sementara itu jelasnya, para warga yang terdampak sudah memilih pindah ke tempat baru. Meski ada warga yang tetap tinggal pada kawasan yang sama.(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved