Berita Banjarbaru

Over Populasi di Kebun Binatang Surabaya, Bekantan Umur 10 Tahun Bakal Dikembalikan ke Banua

Kebun Binatang Surabaya (KSB) sudah menyatakan over populasi untuk bekantan dan sebanyak 20 ekor bekantan direncanakan untuk dipulangkan ke Banua.

Over Populasi di Kebun Binatang Surabaya, Bekantan Umur 10 Tahun Bakal Dikembalikan ke Banua
(Ppid.menlhk.go.id)
Bayi bekantan dan induk bekantan di TWA Pulau Kembang 

BANJARMASINPOST, BANJARBARU - Kebun Binatang Surabaya (KSB) sudah menyatakan over populasi untuk bekantan dan sebanyak 20 ekor bekantan direncanakan untuk dipulangkan ke Banua.

Sebelum memulangkan maskot Kalsel itu, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel terlebih dahulu berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Jawa Timur dan pihak KBS.

Dimana, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Balai Besar KSDA Jawa Timur dan pihak Kebun Binatang Surabaya (KBS). Hal ini dilakukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan akibat dari over populasi terhadap satwa maskot Kalsel tersebut.

"Sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai warga Banua untuk melindungi dan melakukan konservasi terhadap satwa endemik Kalsel yang juga maskot kebanggaan warga Banua,” ujar Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Rabu (23/1/2019).

Baca: Barito Putera Dikalahkan PSS Sleman Piala Indonesia, Jacksen Sebut Belum Padu, Hasnuryadi Minta Maaf

Baca: Banjir Sulsel, Data BNPB Delapan Tewas, Empat Hilang dan Ribuan Warga Mengungsi, Gowa Terparah

Baca: KPU Provinsi Kalsel Tegaskan Pergeseran Ketua Tak Akan Ganggu Kinerja KPU Provinsi Kalsel

Bekantan berusia 9 sampai 10 tahun yang akan dipulangkan tersebut tidak langsung dilepas ke alam, namun terlebih dahulu dihabituasi di Tahura Sultan Adam Mandiangin.

"Setelah dihabiutasi baru dilepas ke Pulau Bekantan yang masih berada di Kawasan Tahura SA. Habituasi bertujuan untuk memulihkan kondisi bekantan setelah ditranslokasi, juga agar bekantan-bekantan tersebut merasa terikat dengan rumah barunya," tambah Hanif.

Menurut Hanif, dalam waktu dekat KBS akan menyurati Walikota Surabaya melalui Bidang Perekonomian Pemkot Surabaya dengan tembusan Dishut Kalsel untuk meminta arahan dan persetujuan translokasi. "Berdasarkan arahan dan persetujuan Walikota, maka pihak KBS akan mempersiapkan kepulangan bekantan tersebut dalam rangka translokasi," bebernya.

Dihubungi terpisah, Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Banjarmasin, Amalia Rezeki mengaku mendukung pemulangan Bekantan tersebut. Dikatakan Amalia, tahun 2016 lalu sudah diupayakan pemulangan Bekantan karena over kapasitas.

"Saat itu kami juga sudah audiansi dengan BKSAD Jawa Timur, alhamdulillah sekarang bisa dipulangkan. Apapun jenisnya jika itu konservasi Bekantan pasti kami dukung," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa kawasan di Kalsel yang bisa dijadikan tempat tinggal Bekantan, mesko begitu tetap harus ada penelitian mendalam.

"Harus ada penelitian mendalam, apalagi di kawasan tertentu ada Bekantan yang sudah lama tinggal, jadi perlu adaptasi lagi dengan pendatang baru. Yang perlu kita teliti untuk menetapkan rumah baru bekantan adalag bagaimana pakan dan habitat di sana. Tapi saya yakin pihak pemerintah pasti melakukan kajian terlebih dahulu sebelum melepas bekantan ke alam, " ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved