Berita Tanahbumbu

Penghuni Eks Lokalisasi Kapis Batulicin Masih Layani Pengunjung, di Tempat atau Bawa Keluar

raktik prostitusi tidak seramai dulu, pengunjungnya hanya orang-orang tertentu. Dengan tarif jasa pelayanan bervariatif Rp 150 hingga Rp 250 ribu.

Penghuni Eks Lokalisasi Kapis Batulicin Masih Layani Pengunjung, di Tempat atau Bawa Keluar
banjarmasinpost.co.id/yayat
Eks Lokalisasi Kapis, Batulicin, Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Meski telah ditertibkan, bahkan sebagian besar sudah dipulangkan ke masing-masing daerah asal. Tidak menghentikan seluruhnya kegiatan prostitusi di eks lokalisasi Kapis, Desa Sungaidua, Kecamatan Simpan Empat, Kabupaten Tanahbumbu.

Penelusuran banjarmasinpost.co.id, kendati tidak semasif dulu sebelum dilakukan penertiban oleh pemerintah Kabupaten Tanahbumbu. Kegiatan pelayanan jasa terhadap lelaki hidung belang ternyata masih aktif.

"Masih ada buka. Tapi tidak sebanyak dulu-sebelum penertiban--. Ada sekitar empat orang kalau tidak salah masih melayani. Ada juga (di sana) menyediakan minuman," terang salah seorang warga sekitar.

Menurut dia, ada sekitar empat orang pekerja seks komersial (PSK). Praktik prostitusi tidak seramai dulu, pengunjungnya hanya orang-orang tertentu. Dengan tarif jasa pelayanan yang bervariatif berkisar Rp 150 hingga Rp 250 ribu.

Baca: Uang Jajan Putra Maia Estianty, Dul Jaelani dari Irwan Mussry Terungkap, Sama dengan Ahmad Dhani?

Baca: Direktur PDAM Kotabaru Akui Banyak Pencurian Air, Ini yang akan Dilakukan di 2019

Baca: Rumah Dibongkar untuk Proyek Siring, Warga Pengambangan Yulia Malah Senang, Ternyata Karena Ini

Ditambahkan dia, setelah dilakukan penertiban prostitusi di eks lokalisasi Kapis tidak lagi semarak dulu. Karena dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.

"Sebelumnya ada tujuh. Tapi semuanya sudah kosong," ujarnya.

Juga ada sebagian PSK eks di lokasi Kapis (dalam) berpindah ke luar eks kompleks, dengan kedok sebagai pelayan di salah satu cafe yang ada di sekitar wilayah tersebut.

"Cuman tempat transaksi saja, tidak melayani di situ. Mencari tempat ke mana gitu. Tidak tahu persis juga biasa kemana. Mungkin di hotel," katanya.

Kuat ditengarai masih adanya kegiatan praktik prostitusi di eks lokalisasi Kapis yang berjarak puluhan kilometer dari Batulicin, ibu kota Kabupaten Tanahbumbu.

Informasi berhasil dihimpun banjarmasinpost.co.id dari salah seorang warga di sekitar desa Sungaidua, menyebutkan ada beberapa orang diduga PSK yang datang dari luar Kalsel.

"Ada beberapa orang yang baru. Kalau tidak salah mereka dari Jawa Tengah semua," ungkapnya.

Baca: VIDEO 3 Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan RTA Milono Palangkaraya Kalteng, Ini Kondisi Pengemudinya

Baca: Kerangka Manusia di Desa Damit Batuampar Ditemukan dengan Kepala dan Tubuh Terpisah

Baca: Pengakuan Gisella Anastasia Setelah Resmi Cerai dengan Gading Marten, Susah Move On?

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tanah Bumbu H Riduan, dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, belum memberikan tanggapan detail.

"Sama kabidtrantibum saja ya, aku masih ada meeting," singkat Riduan kepada banjarmasinpost.co.id.

Tidak berselang lama, Riduan kembali memberikan tanggapan melalui pesan WhatsApp ; "Kabidtrantibum Linmas. Bapak Aulia. Besok ada giat di Sungaidua, dalam rangka penegakan Perda. Pagi jam 8," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved