Berita Kabupaten Banjar

Santri Madrasah di Martapura Ini Terpaksa Belajar di Kelas Berkubang Air, Begini Kondisinya

Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak awal pekan tadi juga berdampak negatif di Desa Dalampagar, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Santri Madrasah di Martapura Ini Terpaksa Belajar di Kelas Berkubang Air, Begini Kondisinya
banjarmasinpost.co.id/idda royani
BERKUBANG AIR - Ruangan bawah Madrasah Syekh Muhammad Arsyad Albanjari di Desa Pagardalam, Martapura, kebanjiran. Pelajar setempat tetap semangat belajar meski harus berkubang air. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak awal pekan tadi juga berdampak negatif di Desa Dalampagar, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Sebagian jalan poros desa setempat kebanjiran, termasuk madrasah.

Pantauan di lokasi, Rabu (23/01/2019) siang, seluruh ruangan bawah Madrasah Syech Muhammad Arsyad Albanjari tersebut kebanjiran. Ketinggian genangan sekitar 15 sentimeter.

Meski begitu kalangan santri atau pelajar setempat tetap antusias belajar meski kaki kedinginan dan bagian bawah seragam basah berkubang air.

Sembari menunggu jam pelajaran dimulai, mereka bahkan asyik bersenda gurau sembari lalu lalang bermain air di lorong antarkelas. Sebagian di antaranya ada juga yang duduk tenang di bangku di ruangan kelas.

Contohnya Muhammad Dafi dan Muhammad Zaki Algifari. Keduanya memilih bersantai duduk di kursi di ruang kelas 5. "Makin tambah dalam ini banjirnya. Tapi, kami tetap belajar terus meski kebanjiran begini," ucap Dafi, Rabu (23/01/2019).

Baca: Banjir Sulsel, Data BNPB Delapan Tewas, Empat Hilang dan Ribuan Warga Mengungsi, Gowa Terparah

Baca: Pemancing Ikan Tewas Kestrum Saat Mancing di Malintang Gambut, Ini Identitas Korban

Baca: Hamil Anak Pertama Dengan Eryck Amaral, Aura Kasih Ngaku Ngidam Makan Ini

Senada diutarakan Zaki yang juga mengaku tak kaget dengan genangan air seperti itu. "Sudah biasa sih di kampung kami ini kebanjiran. Itu sekarang di jalanan juga banjir. Jadi, ya biasa aja ini di ruangan banjir," ucapnya.

Salah seorang pengajar (ustadz) Madrasah Muhammad Arsyad Albanjari, Muhammad Lutfi mengatakan madrasahnya kebanjiran sejak sekitar tiga hari lalu seiring guyuran deras awal pekan tadi. Kondisi itu diakuinya mengganggu kegiatan belajar-mengajar.

Setidaknya kegiatan belajar-mengajar jam pagi/siang diliburkan yakni jadwal belajar jenjang tnasawiyah (setera SMP) dan aliyah (setara SMA). Sedangkan jam belajar sore yakni jenjang ibtidaiyah (setara SD) tetap dilakukan.

"Pertimbangannya jam belajar pagi diliburkan karena ada acara haulan pagi tadi. Selain itu, pengajar di sini umumnya tua-tua, jadi dalam kondisi banjir begini agak sulit menjangkau sekolah," ucap Lutfi.

Dikatakannya, jam belajar sore ada 12 kelas. Sebagian belajar di ruang bawah yang berkubang air, sebagian lagi belajar di lantai atas. Jumlah total pelajar setempat mencapai ribuan orang yang terbagi pada 20 kelas.

Ia mengatakan belajar berkubang air bukan hal baru bagi pada muridnya. Beberapa tahun silam juga pernah mengalami hal serupa karena itu para murid tak terkejut lagi. "Namun tiga tahun terakhir tak ada banjir di sini dan baru tahun ini banjir lagi," sebutnya.

BERMAIN - Dua bocah asyik bermain air di halaman rumahnya yang berubah bak kolam.
BERMAIN - Dua bocah asyik bermain air di halaman rumahnya di belakang madrasyah yang berubah bak kolam. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Mengenai penyebab banjir kali ini, ia mengaku tidak tahu. "Ini sudah takdir Allah. Kita berdoa semoga banjir ini segera berakhir sehingga kegiatan belajar mengajar di sini bisa normal kembali dan aktivitas warga juga kembali lancar kembali," ucap Lutfi.

Genangan air juga menyelubungi sejumlah tempat di jalan poros Desa Pagardalam. Pantauan di lokasi, warga tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan, sebagian anak-anak setempat tampak asyik berenang di halaman rumahnya yang kebanjiran. Sementara sang ibunda, menjaga dan memantau dari dalam rumah.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved