B Focus Banua Anam

Sering Ditampilkan Pada Pameran, Begini Awetnya Kopiah Jangang, Jangan Heran Bila Harganya pun Mahal

Mahalli, guru agama di Desa Marampiau, Kecamatan Candi Laras Selatan, mengaku kopiah jangang miliknya awet dipakai selama lima tahun.

Sering Ditampilkan Pada Pameran, Begini Awetnya Kopiah Jangang, Jangan Heran Bila Harganya pun Mahal
BPost Cetak
B Focus Banua Anam edisi cetak Rabu (23/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Mahalli, guru agama di Desa Marampiau, Kecamatan Candi Laras Selatan, mengaku kopiah jangang miliknya awet dipakai selama lima tahun.

Itu dibelinya seharganya Rp 400 ribu dari Basnah, pengrajin paling senior di Desa Margasari Hilir.

"Kalau kopiah saya sobek, Saya bawa ke pengrajin dijahit dan diberi cairan uwar dari kayu agar warnanya cerah lagi seperti baru kembali," katanya.

Baca: Mulan Jameela Sebut Soal Rukyah Saat Disinggung Masalah Ahmad Dhani, Mantan Maia Estianty

Baca: Sifat Buruk Baim Wong Diungkap Paula Verhoeven pada Ibunya, Tapi Reaksinya Malah Begini

Baca: Geramnya Hotman Paris Saat Dituduh Minta Honor di Kasus Pesawat Lion Air Jatuh, Cek Klarifikasinya

Baca: Blak-blakan Syahrini Soal Identitas Calon Suami, Eks Luna Maya, Reino Barack Kah? Tapi Ini Syaratnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin, Rosaria Sari, mengatakan hasil kerajinan akar Jangang itu sudah sering dibawa dalam pameran tingkat Kalsel dan di Jakarta.

"Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin juga melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap perajin kopiah Jangang di wilayah Kecamatan Candi Laras Utara," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved