Jembatan Rusak

Siswa SD dan TK Sulit Menuju Sekolah, Siswa SMP Harus Memutar Sejauh 10 Km

Dihubungi terpisah, Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Batola, Suranto, menyatakan saat ini akses jalan siswa SMPN Tabunganen

Siswa SD dan TK Sulit Menuju Sekolah, Siswa SMP Harus Memutar Sejauh 10 Km
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (23/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dihubungi terpisah, Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Batola, Suranto, menyatakan saat ini akses jalan siswa SMPN Tabunganen asal desa Karya Baru di RT 09 dan RT 04 menuju sekolah masih ada alternatif lain.

Itu meski satu-satunya jembatan utama menuju SMPN 1 dan SMA 1 Tabunganen sepanjang 120 meter dan lebar 3 meter yang menghubungkan warga Desa Karya Baru ke Desa Tabunganen Baru juga Tabunganen Pemurus hilang tertelan derasnya air Sungai Tabunganen, Minggu (20/1).

Baca: 5 Fakta Pondok Gangguan Jin di Banjarbaru, Santri Luar Negeri, Pawang dan Manfaat untuk Rumah Tangga

Baca: Reaksi Nia Ramadhani Saat Iis Dahlia Ingin Putrinya Menikah dengan Suami Selevel Ardi Bakrie

Baca: Mulan Jameela Sebut Soal Rukyah Saat Disinggung Masalah Ahmad Dhani, Mantan Maia Estianty

Menurutnya, sekitar 31 siswa SMPN 1 harus memutar melewati Jembatan Tabunganen Muara sejauh 10 kilometer dan 25 siswa SMAN 1 Tabunganen harus memutar sejauh 8 kilometer untuk sampai ke sekolah.

“Artinya masih ada jalur alternatif lain. Jadi tak masalah. Saat ini yang justru mengalami hambatan itu siswa TK dan SDN Karya Baru karena jembatan RT 03 dan RT 07 yang sudah miring itu makin hancur,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved