Banjir di Sulsel

Video Detik-detik Evakuasi Korban Banjir Gowa Sulsel Diungkap Gubernur Nurdin Abdullah

Video Detik-detik Evakuasi Korban Banjir Gowa Sulsel Diungkap Gubernur Nurdin Abdullah

Video Detik-detik Evakuasi Korban Banjir Gowa Sulsel Diungkap Gubernur Nurdin Abdullah
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Derasnya air Sungai Jeneberang di bawah Jembatan Kembar, Kabupaten Gowa, Selasa (22/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Video detik-detik evakuasi korban banjir Gowa Sulsel pun diunggah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di akun instagram pribadinya, Rabu (23/1/2019).

Bencana alam banjir melanda Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) makin parah dalam dua hari terakhir bahkan telah menelan korban jiwa. Salah satu daerah terparah adalah Gowa

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pun memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk evakuasi korban yang terjebak luapan air akibat banjir dan pemenuhan kebutuhan pokok warga yang mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Gowa merilis enam warganya meninggal dunia karena bencana banjir. 

Gubernur Sulsel juga memposting video detik-detik evakuasi korban banjir warga Nusa Mappala Gowa oleh Tim Basarnas.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2019 & Formasi dari Kemenpan RB, Pendaftaran Tak Via sscn.bkn.go.id

Baca: SAKSIKAN! Live Streaming Indonesia Masters 2019, Rabu (23/1) Mulai 08.30 WIB, Ada Marcus/Kevin

Baca: 5 Fakta Pondok Gangguan Jin di Banjarbaru, Santri Luar Negeri, Pawang dan Manfaat untuk Rumah Tangga

Baca: Penjelasan Resmi Pemerintah & Yusril Ihza Soal Polemik Pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir

Baca: Respons Najwa Shihab Saat Disebut Berafiliasi oleh Kubu Prabowo Jelang Debat Pilpres 2019, Marah?

Sementara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gowa menelan enam korban jiwa, Selasa (22/1/2019).

Keenam korban tersebut tercatat bernama Akram al yusran (3) warga  BTN Zigma Pangkabinanga Pallangga Gowa. Rizal Lisantrio (48) BTN Batara Mawang akibat tersengat listrik.

Selanjutnya dua korban di belakang pasar sapaya Kecamatan Bungaya tercatat Sarifuddin Dg Baji, serta 1 bayi belum teridentifikasi.

Sementara dua korban lainnya adalah korban longsor, satu di Malino atas nama Andi Sri Hastuti sedang satu korban longsor di Parogi yang belum teridentifikasi.

"Ada korban Akram sempat mendapat perawatan di RSUD Syekh Yusuf. Penyebanya kedinginan. Dia ini korban banjir," kata Adnan Purichta Ichsan.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved