Berita Regional

Banjir dan Tanah Longsor Lumpuhkan Trans Sulsel, 9 Tewas, Ribuan Orang Mengungsi

Banjir yang melanda Kota Makassar dan enam kabupaten di Sulawesi Selatan mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan 7orang dinyatakan hilang.

Banjir dan Tanah Longsor Lumpuhkan Trans Sulsel, 9 Tewas, Ribuan Orang Mengungsi
capture banjarmasin post
Banjarmasin Post edisi Kamis (24/1/2019) halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR - Banjir yang melanda Kota Makassar dan enam kabupaten di Sulawesi Selatan mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya dinyatakan hilang. Sedangkan korban banjir yang telah dievakuasi mencapai 3321 jiwa, seorang diantaranya sedang sakit.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khadaffi yang dikonfirmasi, Rabu (23/1) sore, sembilan orang meninggal yakni tujuh orang di Kabupaten Gowa dan tiga orang di Kabupaten Jeneponto.

Sedangkan, tujuh orang hilang terdiri dari tiga orang di Kabupaten Gowa, tiga orang di Kabupaten Jeneponto dan satu orang di Kabupaten Pangkep.

“Data sementara korban bencana banjir, longsor dan angin kencang yang melanda Sulsel 3.321 orang mengungsi, 1.423 rumah warga terendam banjir, 32 rumah warga hanyut, 4 tempat ibadah terendam, 1 fasilitas pemerintah, 2 pasar, 7 jembatan rusak, kemudian 4.750 meter jalan, 6 sekolah, dan 8.629 ha sawah terendam banjir,” rincinya.

Baca: UPDATE Korban Banjir di Gowa Sumatera Selatan, Tim SAR Temukan Lagi 3 Jasad, Total Korban Jadi 11

Baca: Banjir Sulsel, Data BNPB Delapan Tewas, Empat Hilang dan Ribuan Warga Mengungsi, Gowa Terparah

Baca: Live Streaming Basuki Tjahaja Purnama (BTP)/Ahok Bebas Dari Mako Brimob, Bripda Puput Nastiti Devi?

Selain banjir, lanjut Devo, sebanyak 5 rumah yang tertimbun longsor di dua lokasi di Kabupaten Gowa yakni di Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya dan di Kecamatan Tinggi Moncong. Pemerintah daerah bersama tim BPBD, kepolisian, dan TNI sementara menangani bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa.

“Bencana banjir dan longsor ini terparah terjadi di wilayah Kabupaten di Sulsel, sedangkan di Kota Makassar hanya 300 rumah yang terendam air dihuni 1.000 jiwa orang yang kini telah mengungsi,” tuturnya.

Di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Pangkep ketinggian airnya mencapai 2 meter. Akibatnya Jalan Trans Sulsel lumpuh.

Banjir yang melanda Kota Makassar dan enam kabupaten di Sulsel terjadi sejak Selasa (22/1) kemarin. Hingga kini, air masih menggenangi daerah itu. Bahkan, akses jalan trans Sulsel menjadi lumpuh akibat ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Sedangkan, di sejumlah permukiman, banjir mencapai 2 meter. Untuk wilayah Kota Makassar, banjir merendam beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Manggala, Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Panakukang dan Kecamatan Biringkanaya.

Tim SAR gabungan, BPBD, aparat kepolisian dan TNI telah dikerahkan membantu para korban bencana banjir. Tercatat, ada puluhan ribu warga telah diungsikan karena air sudah hampir mencapai atap rumah. Warga diungsikan ke tenda-tenda pengungsian dan masjid. Petugas juga telah menyiapkan dapur umum.

Hingga Rabu (23/1), air belum menyusut akibat intensitas hujan yang masih tinggi di Sulawesi Selatan. Bendungan Bili-bili berstatus siaga dan beberapa pintu airnya dibuka karena telah melampaui batas elevasi normal.

Humas Basarnas Makassar, Hamsidar mengatakan, pihaknya telah menerjunkan semua personelnya beserta peralatan evakuasi untuk membantu warga yang terendam banjir.(kompas.com)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved