Berita Banjarmasin

Ibnu Beri Tambahan Waktu Pembongkaran Bangunan untuk Jembatan Alalak Sampai Minggu

Di tengah proses pembongkaran bangunan pada tempat pembebasan lahan di Jalan Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin, Kalsel.

Ibnu Beri Tambahan Waktu Pembongkaran Bangunan untuk Jembatan Alalak Sampai Minggu
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Ilhami lakukan negosiasi perpanjangan waktu kepada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina untuk pembongkaran bangunan miliknya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah proses pembongkaran bangunan pada tempat pembebasan lahan di Jalan Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin, Kalsel, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina datang dan meninjau pembongkaran tersebut, Kamis (24/1/2019).

Kedatangannya langsung disambut oleh pemilik bangunan dan langsung menyampaikan keluh kesah. Ada tiga pemilik bangunan yang masih belum membongkar bangunanya. Padahal SP III telah diberikan oleh Satpo PP Kota Banjarmasin pada Senin (21/1/2019) kemaren. Sementara Kamis (24/1) merupakan batas akhir dari peringatan tersebut.

Sebagaimana diketahui, sejumlah bangunan di lokasi itu tengah terdampak pergantian jembatan Kayutangi Ujung atau Jembatan Alalak Utara. Sehingga Pemko Banjarmasin melakukan pembebasan lahan pada sekitar 32 unit rumah.

Pemilik pun mendapat ganti, baik itu dari bangunan, lahan dan jenis usaha mereka. Nilai rupiah yang diberikan Pemko Banjarmasin kepada warga terdampak sudah melalui perhitungan dan negosiasi, hingga pada 10 Desember 2018 kemaren, warga telah sepakat dan menerima uang ganti.

Baca: Ahok dan Bripda Puput Duduk Berdampingan Setelah Bebas, Veronica Tan Disebut Lakukan Ini

Baca: Hasil Indonesia Masters 2019 - Greysia/Apriyani Melaju ke Perempat Final, Taklukkan Pasangan Taiwan

Baca: Gara-Gara Nia Ramadhani Posting Foto Bareng Iqbaal Ramadhan, Buat Bintang Film Dilan Disebut Ini

Meski masa tenggang pembongkaran tersebut telah berakhir, namun rupanya negosiasi warga di lapangan membuahkan hasil. Ibnu Sina memberikan waktu hingga Minggu (27/1) untuk pembongkaran tersebut. Apabila Senin (28/1) masih belum dibongkar, ia menegaskan tidak ada lagi toleransi.

“Saya memberikan waktu hingga Hari Minggu. Mereka juga meminta untuk membongkar sendiri, karena sisa bangunannya bisa dimanfaatkan,” ucap Ibnu Sina.

Ia mengatakan apabila masih ada bangunan maka akan menyebabkan keterlambatan pada proses pergantian jembatan. Sehingga batas akhir pembongkaran menjadi hari Senin.

Sementara itu, disampaikan oleh pegawai Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI Wilayah Kalimantan yang menolak menyebutkan namanya, tidak banyak memberikan keterangan.

Saat ditanya Banjarmasinpost.co.id, ia menjelaskan prosedur klarifikasi mengenai informasi kepada media. Namun ditanya tentang apakah akan ada keterlambatan pengerjaan apabila pembongkaran diundur, lelaki berbaju putih itu berucap akan mengoptimalisasi pengerjaan di lapangan.

“Untuk pembangunan jembatan sudah dimulai. Mengenai adanya tenggang waktu pembongkaran hingga Senin, mudahan tidak terjadi keterlambatan dan kami optimalkan saja pekerjaan di lapangan,” jelasnya singkat sembari meneruskan langkah kakinya.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved