Berita Kabupaten Banjar

Kebutuhan Bunga Melati Meningkat di Kabupaten Banjar, Dinas Ini Lakukan Budidaya Besar-besaran

Desa Jingahhabang merupaka salah satu sentra produksi bunga melati, selain Desa Labuantabu, Desa Bincau, Desa Pandakdaun, dan Desa Jingahhabang Ulu.

Kebutuhan Bunga Melati Meningkat di Kabupaten Banjar, Dinas Ini Lakukan Budidaya Besar-besaran
banjarmasinpost.co.id/hasby
Dinas TPH Kabupaten Banjar- Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengunjungi kampung melati di Desa Jingahhabang Kecamatan Karangintan Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Desa Jingahhabang merupaka salah satu sentra produksi bunga melati, selain Desa Labuantabu, Desa Bincau, Desa Pandakdaun, dan Desa Jingahhabang Ulu.

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Banjar membudidayakan bunga. Kebutuhan bunga melati di Kabupaten Banjar setiap hari selalu meningkat, bahkan permintaan dari provinsi tetangga juga semakin meningkat.

Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy bersama Kasubid Tanaman Buah Tommy Nugraha sudah berkunjung ke kampung melati Kabupaten Banjar di Desa Jingahhabang Ilir Kecamatan Karangintan. Saat berkunjung pada Rabu (23/1) merasakan keharuman kampung melati, aroma semerbak bertambah wangi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Banjar, M Fachry mengatakan, pihaknya selain membudidayakan bunga melati di kabupaten Banjar juga membudidayakan bunga seperti kenaga, bunga mawar, bunga kantil dan bunga sepatu kuncup.

Baca: Pembongkaran Bangunan di Alalak Utara Banjarmasin, Baru Mau Minum Teh Meja Diangkat Satpol PP

Baca: Bongkar Warung Esek-esek, Petugas Pol PP Tanahbumbu Ini Terpaksa Jadi Pelanggan, Ada Kamar dan PSK

Baca: Puasa Lima Hari Lima Malam, Selamat Tak Kentut, Tak Kencing & Tak Beol, Demi Jadi Tukang Urut

Bunga ini cukup berkembang karena kebutuhan bunganya setiap hari mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan bunga melati banyak diminati dan dijadikan sebagai puspa bangsa atau bunga nasional Indonesia, karena dianggap melambangkan sebuah kesucian dan keharumnya yang dikaitkan pada berbagai acara adat tradisi maupun keagaman.

Acara adat suku Banjar, Jawa, dan Sunda biasanya menggunakan roncean bunga melati untuk acara perkawinan, sehingga perekonomoan petaninya juga cukup berkembang. Dinas TPH Kabupaten Banjar terus memotivasi para petani untuk mengembangkan bunga melati karena kebutuhan akan bunganya setiap hari selalu meningkat.

"Bimbingan dalam budidaya melati baik dari hulu sampai hilir terus dilakukan baik melalui bimtek, maupun pembinaan agar kualitas dan kuantitas bunga melati meningkat.

Permohonan kerjasama dalam pengembangan kawasan bunga melati ini, dan bersyukur disambut baik oleh Direktur Buah dan Florikultura Kementan, baik melalui bantuan bimtek, maupun sarana , dan prasanana budidayakan melati serta sampai ketahap teknologi pengolahan bunga melati," katanya, Kamis (24/1).

Pemilik kebun melati, Ahmadi mengatakan, kebun miliknya seluas 2.800 meter persegi, tetapi luas kebun melati di Desa Jingahhabang sekitar 10 hektar.

Setiap pagi dirinya dapat memanen sekitar 150 gelas, harga melati pada saat ini berkisar Rp 3.000 bahkan bisa Rp 10.000 bahkan bisa 15.000 per gelas.

Jika petani memanen bunga melati sekitar 150 gelas setiap paginya dengan harga Rp 10.000 per gelas, maka pendapatan petani setiap pagi sekitar Rp 1.500.000 per hektar dan per bulan sekitar Rp 45 juta untuk luasan 3.000 meter persegi.

"Ini luar biasa dan bisa sebagai contoh untuk masyarakat sekitar agar membudidayakan melati bunga melati dapat berproduksi 12 sampai dengan 15 tahun kalau pemeliharaannya dilakukan secara intensif terutama dalam hal pemangkasan, disamping itu," katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Adon itu, pengembangan bunga melati di Indonesia sangat menjanjikan, pasalnya beriklim tropis, Indonesia memiliki alam dan sumberdaya cocok untuk tanaman hias, khususnya melati di KabupatenBanjar.
Bunga melati merupakan tanaman hias jenis semak perdu dengan batang tegak dan hidup tahunan.

Setidaknya ada 200 spesies melati yang tumbuh di daerah tropis. Bunga melati banyak dibudidayakan karena aromanya khas, bentuk mungil, warna indah dan berbagai manfaat dan lebih menguntungkan.

"Berbagai jenis melati, antaralain melati gambir, melati raja, melati bintang, melati jepang, melati air, melati kartun, melati kuning, melati merah, melati putih. Pemerintah harus membantu saat harga bunga melati anjlok turun," imbuhnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved